Bagaimana calon ibu yang lebih tua dapat mempersiapkan kehamilan dan menjaga kualitas sel telur mereka?

Tekanan persaingan sosial dan meningkatnya biaya hidup telah membuat wanita melahirkan lebih lambat dan lebih lambat, dan usia adalah salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi kesuburan. Wanita yang lebih tua menghadapi banyak masalah saat melahirkan, seperti menurunnya fungsi ovarium, kualitas sel telur yang lebih rendah, lingkungan kandungan yang buruk, penyakit radang panggul, atau penyakit fisik lainnya, dan lain-lain, yang mengakibatkan angka pembuahan alami yang jauh lebih rendah daripada wanita yang lebih muda. Bagaimana wanita yang berusia lebih tua dapat menjaga kualitas sel telur mereka saat mempersiapkan kehamilan? Pertama, Anda harus mengubah kebiasaan gaya hidup Anda. Penting untuk memiliki tidur malam yang nyenyak dan rutinitas yang teratur. Ovarium adalah bagian dari sistem endokrin dan juga dapat menjadi tidak berfungsi, mempengaruhi pematangan sel telur dan ovulasi, yang dapat bermanifestasi sebagai gangguan menstruasi, flek atau jerawat di wajah, perubahan suasana hati, dll. Kedua, pola makan yang sehat dan suasana hati yang bahagia. Pola makan yang sehat membantu menyeimbangkan dan mengatur hormon-hormon dalam tubuh wanita, sehingga ovarium dapat memainkan perannya dengan baik dan normal. Penting untuk mengonsumsi makanan berprotein berkualitas baik dan tidak menjadi vegetarian dalam jangka waktu yang lama, karena prekursor estrogen adalah kolesterol dan diet vegetarian jangka panjang dapat menyebabkan kurangnya sekresi estrogen dan penurunan ovarium. Stres yang berlebihan dapat mempengaruhi sistem neuroendokrin, yang menyebabkan gangguan menstruasi dan ketidaksuburan. Selain itu, obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi fungsi ovarium. Misalnya, pil kontrasepsi darurat atau penggunaan pil kontrasepsi oral yang tidak teratur. Kontrasepsi darurat adalah agen anti-progestasional atau progestasional kuat yang dapat mengganggu fungsi endokrin normal ovarium jika digunakan berulang kali; kontrasepsi oral dapat menyebabkan hasil yang sama jika dikonsumsi tanpa nasihat medis. Ada juga obat yang digunakan untuk mengobati kanker payudara yang memiliki efek pada fungsi ovarium. Penting juga untuk menghindari pembedahan ovarium. Pembedahan ovarium seperti perforasi ovarium, pengangkatan kista coklat ovarium dan pengangkatan teratoma ovarium tidak hanya mengangkat sebagian jaringan ovarium, tetapi juga memengaruhi suplai darah ke ovarium. Oleh karena itu, pembedahan ovarium tidak direkomendasikan sebagai pilihan terakhir bagi wanita dengan masalah kesuburan.