Tidak adanya interval kontraksi mengacu pada tanggal perkiraan persalinan, wanita hamil tidak memiliki interval kontraksi. Ciri penting dari persalinan adalah kontraksi uterus yang teratur, yaitu kontraksi. Kontraksi: kontraksi uterus (yaitu kontraksi), awalnya tidak teratur, intensitas lemah, berangsur-angsur menjadi teratur, intensitasnya semakin kuat, durasinya berkepanjangan, intervalnya diperpendek, seperti interval dalam 2mdash; 3 menit, berlangsung 50mdash; 60 detik. Menjelang hari persalinan, hanya kontraksi yang disertai rasa sakit yang merupakan pertanda persalinan. Jadi, apa yang menyebabkan ibu hamil tidak mengalami interval kontraksi? Berikut ini adalah pengantar singkat tentang penyebab interval tanpa kontraksi: 1, ketuban pecah dini. 2, atresia serviks. 3, atresia serviks. 2. Atresia serviks yang tidak lengkap. Riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya. 4, usia lebih dari 35 tahun. 5, Wanita hamil merokok dan minum alkohol. 6, Trauma (seperti benturan perut atau jatuh). 7, Infeksi yang disebabkan oleh hubungan seks yang ceroboh selama kehamilan. Kelainan pada rahim, seperti rahim bikornuata, fibroid rahim, miomektomi. 9, Rahim terlalu besar, seperti kehamilan ganda, gravida.