Pasien dengan Sindrom Asperger dapat direhabilitasi melalui pelatihan perilaku sosial, latihan keterampilan komunikasi dan bahasa, serta latihan mencari metafora.
1. Pelatihan Perilaku Sosial: Pelatihan ini terutama mengacu pada penciptaan peluang untuk membantu pengembangan perilaku sosial dengan mengamati interaksi orang lain untuk meniru dan meniru. Dorong pasien untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok untuk membangun keterampilan sosial yang tepat. Ketika pasien menghadapi situasi sosial yang sulit, ia dapat diajari untuk mencari bantuan dan sebisa mungkin menghindari perubahan jadwal dan lingkungan.
2. Latihan keterampilan komunikasi dan bahasa: Hal ini terutama mengacu pada pembelajaran untuk mengklarifikasi pernyataan yang ambigu kepada orang lain, dan mendorong pasien untuk mengakui kekurangannya sendiri dan tidak menjawab dengan asal-asalan.
3. Mencari metafora: Meniru petunjuk dalam percakapan anak-anak lain dan belajar bagaimana menanggapi, menyela dan mengubah topik pembicaraan. Karena pasien lemah dalam menafsirkan metafora tekstual, maka penting untuk menjelaskan makna tersembunyi dari kata-kata.
Jika diagnosis sindrom Asperger telah dikonfirmasi, intervensi pendidikan dan pelatihan harus dilakukan tepat waktu untuk memperbaiki perilaku abnormal dan meningkatkan keterampilan sosial anak. Tidak boleh ada penundaan untuk menghindari penundaan kondisi.