Ada banyak efek samping efedra, terutama disebabkan oleh penggunaan yang tidak rasional, seperti mual, sakit kepala, dll. Misalnya, pasien dengan masalah pencernaan seperti mual, muntah, diare, dll. harus diobati secara simtomatis dengan obat yang melindungi mukosa lambung, seperti omeprazole, methylphenidate, dll., yang dapat dikonsumsi secara oral untuk mengurangi gejala. Untuk gejala mental seperti sakit kepala dan kecemasan yang terkait dengan penggunaan efedra, istirahat di lingkungan yang tenang dapat dipertimbangkan, dan obat untuk meredakan vasospasme dapat diindikasikan. Efek samping efedra juga termasuk masalah jantung, terutama pada orang paruh baya dan lanjut usia, yang dapat menyebabkan irama jantung tidak teratur dan bahkan tekanan darah tinggi hingga menyebabkan kerusakan jantung, dan harus diobati dengan obat antihipertensi, dan juga dengan obat-obatan seperti metoprolol, sehingga denyut jantung yang cepat dapat berangsur-angsur berkurang dan kekurangan suplai darah ke jantung dapat diperbaiki. Jika dosis efedra terlalu tinggi (terlalu banyak efek samping), menurut saya pribadi lebih baik diobservasi dan dirawat di rumah sakit agar efek sampingnya dapat diatasi dengan lebih baik.