Bunyi sternum dapat disebabkan oleh beberapa alasan: pertama, bunyi ini dapat merupakan bunyi fisiologis. Hal ini sering terlihat ketika pasien duduk atau tidur dalam posisi tengkurap dalam jangka waktu yang lama, menyebabkan tulang dada terpelintir dan terjepit dalam waktu yang lama, yang dapat menyebabkan bunyi letupan pada sendi di sekitar tulang dada ketika pasien mengangkat dada dan melakukan peregangan. Ini adalah kondisi fisiologis di mana tidak ada rasa sakit yang terlokalisasi atau gerakan yang merugikan setelah bunyi tersebut. Kedua, kondisi ini mungkin disebabkan oleh cedera pada tulang dada. Sebagai contoh, jika terdapat fraktur pada tulang dada, pasien mungkin mengalami suara gesekan tulang atau sensasi gesekan tulang selama pergerakan dada. Selain itu, jika terdapat cedera lama pada tulang dada, suara serupa juga dapat terjadi. Ketiga, kondisi ini dapat disebabkan oleh lesi sendi di sekitar tulang dada. Sebagai contoh, dislokasi atau fraktur sendi sternoklavikularis, di mana tulang dada bertemu dengan tulang selangka, dapat menyebabkan bunyi berderak di sekitar tulang dada selama gerakan dada atau tungkai atas.