Esofagitis adalah peradangan pada mukosa esofagus yang terjadi ketika mukosa esofagus dirangsang oleh berbagai faktor yang menyebabkan kerusakan pada mukosa esofagus. Faktor-faktor umum yang dapat menyebabkan Esofagitis meliputi rangsangan fisik (termasuk makanan panas, minuman, dsb.) dan rangsangan kimiawi (termasuk asam kuat, basa kuat, obat antiinflamasi nonsteroid, obat perangsang atau racun lainnya, dsb.). Salah satu yang paling umum adalah radang kerongkongan akibat refluks gastro-esofagus. Refluks isi lambung ke kerongkongan menyebabkan kerusakan mukosa pada kerongkongan, pada kasus ringan, oedema, kemacetan, atau bahkan kerusakan yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop, pada kasus yang parah, pecahnya mukosa, atau bahkan ulserasi, yang dapat dilihat dengan mata telanjang di bawah gastroskop. Manifestasi klinisnya beragam dan tingkat keparahannya bervariasi, sering kali disertai gejala esofagus dan ekstra esofagus. Gejala utama esofagitis refluks adalah refluks asam lambung, mulas, nyeri dada, dan regurgitasi makanan. Peradangan esofagus dapat terjadi berulang, dan mereka yang mengalami penyempitan esofagus dapat mengalami gejala disfagia. Perdarahan saluran cerna kadang-kadang terjadi bila tukak melibatkan pembuluh darah, tetapi relatif jarang. Manifestasi utama esofagitis yang khas: refluks asam setelah makan, mulas, nyeri saat menelan dan nyeri di belakang dada adalah lazim, dan sensasi ini menjadi lebih terasa saat berbaring atau membungkuk. Seiring dengan perkembangan esofagitis, hal ini dapat menyebabkan penyempitan kerongkongan dan penyempitan lumen, yang menyebabkan “tersedak” dan bahkan muntah saat menelan makanan. Perdarahan akibat esofagitis jarang terjadi, tetapi pada beberapa orang dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna dan tinja berwarna hitam. Manifestasi atipikal esofagitis meliputi rasa nyeri di belakang dada, sensasi benda asing di belakang dada, atau bahkan sensasi tersedak; pada beberapa kasus, refluks terjadi pada malam hari, biasanya setelah tidur. Refluks gastro-esofagus juga dapat menyebabkan masalah yang berkaitan dengan tenggorokan dan bahkan saluran pernapasan. Faringolaringitis kronis, suara serak, fibrosis paru, batuk kronis, dan lain-lain, semuanya berkaitan erat dengan refluks gastro-esofagus. Oleh karena itu, begitu Anda mengalami gejala esofagitis, yang terbaik adalah pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab penyakit dan kemudian melakukan pengobatan yang tepat.