Berpikir adalah refleksi tidak langsung dan digeneralisasi dari hal-hal objektif oleh otak manusia. Ini berarti bahwa proses berpikir menggunakan pengetahuan yang diketahui sebagai media dan tidak bergantung pada objek yang sebenarnya. Pada saat yang sama, proses berpikir mencerminkan sifat dari berbagai hal dan hubungan internal antara berbagai hal. Sementara pemikiran orang normal berada di bawah kendali subjektif mereka sendiri, beberapa pasien skizofrenia merasa bahwa pemikiran mereka tidak berada di bawah kendali mereka, atau mengalami bahwa pemikiran mereka tidak lagi menjadi milik mereka, tetapi dikendalikan oleh kekuatan eksternal. Hal ini mengacu pada perasaan pasien bahwa pemikiran mereka bukan milik mereka sendiri, bahwa aktivitas berpikir mereka telah kehilangan otonominya, atau dikendalikan oleh kekuatan eksternal. Contoh dari pengalaman ini adalah perampasan pikiran, penyisipan pikiran, dan difusi pikiran. Penyisipan pikiran, perampasan pikiran, dan difusi pikiran sering terjadi pada tahap awal skizofrenia dan pada perkembangan penuh gejala. Apa penyebab pengendalian pikiran yang tidak normal? Penyisipan pikiran, perampasan pikiran, dan difusi pikiran umum terjadi pada tahap awal skizofrenia dan selama perkembangan penuh gejala. Karena pasien mengalami hal ini dan tidak memiliki kemampuan untuk mengenali penyakitnya, mereka sering merasa tertekan dan menangis serta mengeluh kepada dokter. Berhati-hatilah untuk memeriksa apakah ada riwayat medis yang tidak biasa, riwayat orang tua yang memiliki kecenderungan genetik, atau masalah emosional pribadi yang menyebabkan masalah tersebut.