Rehabilitasi autisme tidak dapat dicapai oleh institusi saja, tetapi pendidikan keluarga juga memainkan peran besar. Ada banyak materi yang dapat diajarkan di rumah, dan ada pelajaran yang dapat dipetik di mana pun Anda melihat! Jika Anda sebagai orang tua merasa bahwa Anda tidak dapat menguasainya, maka beberapa permainan dan kegiatan kecil yang telah disusun oleh ibu Star Child mungkin dapat memberi Anda beberapa inspirasi! I. Aktivitas untuk meningkatkan kemampuan berbahasa 1. Hal-hal yang saya sukai Selipkan beberapa gambar favorit anak Anda ke dalam kertas plano. Anda dapat meminta anak Anda untuk memilih gambar-gambar dari koran atau majalah. Anda dapat melihat flipchart bersama-sama dan memberi nama setiap item, atau anak Anda dapat duduk dan melihat gambar-gambar itu sendiri. Kembangkan keterampilan pra-literasi dan stimulasi kegiatan bermain kreatif. 2. Waktu membaca untuk orang tua Pangku anak Anda di pangkuan Anda dan alih-alih membacakan buku anak-anak, bacakan apa yang ingin Anda baca sendiri – koran, majalah, resep, surat dari teman, dll. Membangun keterampilan literasi dan meningkatkan keterampilan sosial. 3. Apakah Anda melihat apa yang saya lihat? Mainkan permainan klasik dengan anak Anda: “Apakah Anda melihat apa yang saya lihat?” (Satu orang berkata, “Saya melihat benda besar berwarna merah,” dan yang lain menebak: “kereta api, bola”, dll.) Mintalah anak memilih sebuah benda dan dengan sengaja menyebutkan daftar panjang nama-nama yang salah untuk benda tersebut sebelum Anda menyebutkan jawaban yang benar. Mendorong perkembangan kemampuan bahasa, menambah kosakata dan memberikan pengalaman memecahkan masalah. 4. Kosong dan penuh Letakkan dua keranjang kosong di lantai dan beberapa mainan dalam satu keranjang dan tunjukkan pada anak Anda perbedaan antara kosong dan penuh. Kemudian tuangkan semua mainan dari satu keranjang ke dalam keranjang lainnya dan tanyakan pada anak mana yang kosong dan mana yang penuh. Ajari anak untuk berhitung dan perkenalkan konsep kosong dan penuh. Letakkan ‘buku resep’ di sebelah mainan memasak anak Anda, ‘buku panduan tukang kayu’ di sebelah mainan pertukangan anak Anda, dan ‘buku panduan bermain’ di depan kotak rias anak Anda. Katakan pada anak Anda bahwa buku untuk setiap permainan akan membuatnya lebih menyenangkan. Buatlah buku kerja khusus anak dengan koleksi gambar yang diurutkan. Kembangkan keterampilan pra-literasi, dorong peniruan, dan berikan pelatihan simbolis. 6. Buku pelangi Buatlah buku pelangi dengan meletakkan beberapa lembar kertas seni berwarna sesuai urutan warna pelangi (merah, oranye, kuning, hijau, biru, dan ungu) di flipchart. Tuliskan nama-nama warna di setiap halaman dan gambar pelangi secara lengkap di halaman terakhir. Mengembangkan kemampuan pra-literasi; mengembangkan keterampilan motorik halus; memperkenalkan konsep warna. 7. Mengapa kamu memakai baju ini? Kembangkan kebiasaan untuk mengatakan kepadanya mengapa ia memilih baju ini saat berpakaian. “Kita memakai jumper karena hari ini dingin”, “Kita memakai baju bagus ini karena kita akan pergi ke pesta formal” untuk menambah kosakata dan menunjukkan sebab dan akibat (menghubungkan cuaca dengan pakaian yang dipakai). 8. Rasanya sangat enak! Diskusikan pisang, kacang polong, dan apel dengan anak Anda saat makan siang. Jelaskan rasa dan teksturnya. (Misalnya: manis dan asam, renyah dan lembut, dll.) Ini adalah kesempatan yang baik untuk membuat perbandingan dan memperkenalkan kosakata dan konsep baru. Aktivitas kecil untuk meningkatkan keterampilan motorik 1. Menaiki tangga Bantu anak Anda naik dan turun tangga. Banyak anak yang bisa naik tetapi tidak bisa turun, jadi luangkan waktu untuk mengajari anak Anda cara menuruni tangga. Kegiatan ini perlu diawasi dengan cermat. Melatih keterampilan motorik kasar dan meningkatkan keterampilan sosial. 2. Membuat lubang dengan jari-jari Anda Buatlah 3 lubang yang sedikit lebih besar dari jari-jari Anda di dalam kotak tisu, tutup kotaknya, masukkan jari-jari Anda ke dalam lubang tersebut dan doronglah anak Anda untuk melakukan hal yang sama. Mengembangkan keterampilan motorik halus dan kesadaran diri. 3. Permainan memukul Gantungkan bola pantai dari langit-langit dengan tali pada ketinggian yang mudah dijangkau anak. Ajari anak cara memukul bola. Seiring bertambahnya usia dan kemahiran anak Anda, Anda dapat menaikkan bola. Anda harus mengawasi penyelesaian permainan dengan hati-hati dan memegang tali dengan benar. Perkuat keterampilan motorik halus dan motorik kasar dan tunjukkan sebab dan akibat. 4. Makan kacang-kacangan Meskipun Anda berharap anak Anda menggunakan sendok saat makan, berikan dia kacang atau jagung sebagai camilan di siang hari dan doronglah dia untuk mengambilnya dengan jari-jarinya. Tunjukkan padanya cara memegang makanan dengan ibu jari dan telunjuk. Melatih keterampilan sosial. 5. Topi saya ke arah Anda Duduklah di lantai berhadapan dengan anak Anda, dengan topi di kepala Anda, berikan topi juga kepadanya dan tunjukkan cara memakainya. Sekarang, putar pinggiran topi sehingga menghadap ke kanan, ke kiri atau ke belakang, dll. Kembangkan rasa ruang, latih keterampilan sosial dan ajarkan anak Anda konsep ukuran dan bentuk. 6. Baby Piggy Ambilkan toples tabungan berbentuk babi dan bantu anak Anda memasukkan koin ke dalamnya, pertama dengan koin$1, lalu koin 50 sen dan terakhir koin 10 sen. Mengembangkan keterampilan motorik halus dan keterampilan sosial serta mengajarkan anak-anak konsep ukuran dan bentuk. 7. Mainan kereta Hubungkan 3 kotak kecil dengan seutas tali pendek dan pasanglah seutas tali yang lebih panjang ke kotak pertama. Letakkan sebuah boneka binatang di setiap kotak. Biarkan anak Anda menarik kereta kecil ini, dan pastikan untuk membuang talinya dengan benar saat permainan selesai. Mengembangkan keterampilan motorik kasar dan motorik halus serta merangsang permainan imajinatif. 8. Peras spons Di luar atau di lantai dapur, letakkan 3 buah spons di dalam ember berisi air. Setelah Anda memasukkan spons ke dalam air, biarkan anak Anda melihat bagaimana spons menyerap air. Kemudian tunjukkan pada anak Anda cara memeras airnya. Ulangi proses ini berulang kali. Tunjukkan sebab dan akibat dan latihlah otot-otot lengan. 9. Berjalan di garis lurus Buatlah garis lurus sepanjang 1,5 meter dengan kapur tulis di trotoar atau ruang terbuka. Anda mendemonstrasikan cara berjalan di sepanjang garis tersebut, lalu minta anak Anda mencobanya. Ketika ia sudah terbiasa dengan teknik ini, tariklah garis lebih panjang dan biarkan ia mencobanya lagi. Ketika ia sudah bisa melakukannya dengan baik, biarkan ia menarik garisnya sendiri. Melatih kekuatan dan keseimbangan serta mengembangkan keterampilan motorik halus. III. Kegiatan untuk mendorong perilaku sosial dan perkembangan emosi 1. Silsilah keluarga Buatlah silsilah keluarga dengan foto semua peserta sebelum pertemuan keluarga atau teman. Meningkatkan daya ingat, meningkatkan keterampilan sosial dan menghilangkan kecemasan karena tidak terbiasa. 2. Membalut luka secara kooperatif Anak-anak menjadi kesal ketika mereka terluka, ketika ia membutuhkan perban, berikan juga pada boneka binatang kesayangannya. Membantu mengatur suasana hati dan menstimulasi permainan imajinatif. 3. Beruang dan rintangan Letakkan rintangan di antara anak Anda dan Anda, seperti bantal sofa. Nyanyikan lagu “Beruang merangkak di atas bukit” sambil mendorong anak Anda untuk merangkak di atas matras di sisi Anda. Mendorong perkembangan bahasa, kesadaran musikal, dan keterampilan memecahkan masalah. 4. Seni di mata anak Setelah anak menggambar ‘karya seninya’ sendiri, orang tua harus memamerkan karyanya di tempat yang dapat ia hargai. Lemari rendah di dapur adalah tempat yang cocok karena anak dapat melihat karyanya sendiri: Anda masuk dan keluar dari sini setiap hari dan gambarnya dapat dengan mudah dihapus. Pengembangan keterampilan motorik halus adalah model yang sempurna untuk mendorong dan menghargai kreasi artistik. 5. Seni makanan Buatkan anak Anda sandwich berbentuk boneka beruang, dengan sultana atau kacang-kacangan sebagai mata dan hidung. Buatlah makan siang menjadi bahagia dan menyenangkan serta merangsang permainan imajinatif. 6. Pelukan dan ciuman Ketika anak Anda duduk di pangkuan Anda, berikan pelukan hangat dan ucapkan kata ‘peluk’; berikan ciuman yang dalam dan ucapkan kata ‘cium’. Kemudian lakukan tindakan lain seperti ‘ciuman di pipi’, ‘dingin’ atau ‘pelukan erat’. Hal ini akan mendorong perkembangan bahasa dan keterampilan pro-sosial. Buatlah sebuah sudut rumah dengan bantal, mainan favorit anak Anda dan buku-buku untuk menjadikannya tempat yang aman bagi anak Anda. Biarkan dia pergi ke sana pada waktu-waktu tertentu atau selama waktu-waktu tenang. Latihlah rasa aman dan percaya diri serta mendorong regulasi emosi. Temukan kolam kecil berisi air, lepas sepatu Anda dan berjalanlah di dalam air, pegang tangan anak Anda saat Anda berjalan dan jelaskan bahwa lebih sulit mengangkat kaki dan melangkah di dalam air daripada di darat. Kembangkan persepsi otot, kesadaran, dan persepsi sebab akibat. 2. Kategorikan Temukan mainan favorit anak, atau boneka binatang, atau mobil-mobilan, dan minta anak Anda untuk menemukan mainan dengan warna, ukuran, dan tekstur yang sama dengan mainan tersebut. Jika memungkinkan, simpanlah benda-benda yang serupa dalam sebuah kotak kecil. Merangsang permainan imajinatif dan mengembangkan matematika prasekolah dan keterampilan menyortir. 3. Tunjuk hidung Anda duduk di depan cermin rias besar dan mintalah anak Anda berdiri di depan Anda. Anda menunjuk hidung Anda dan berkata dengan pelan dan jelas, “Hidung”, lalu tunjuk hidungnya dan ucapkan lagi. Kemudian tunjuklah bagian lain dari wajah untuk ekspresi. Ketika anak Anda mulai mahir, Anda membuat beberapa kesalahan dengan sengaja untuk dia perbaiki. Akan menyenangkan baginya untuk melakukan ini. Mengembangkan keterampilan belajar bahasa dan kesadaran diri. 4. Apa yang ada di telepon? Gunakan benang berwarna cerah untuk mengikat mainan ke kursi tinggi anak Anda dan biarkan menggantung. Dorong anak Anda untuk menariknya ke atas untuk melihat apa yang ada di ujung tali. Ketika anak Anda sedikit lebih besar, tanyakan mainan apa yang dia tarik sebelum mereka melihatnya. Berhati-hatilah untuk mengawasi dan membuang benang dengan benar saat permainan selesai. Contoh yang baik untuk menunjukkan sebab dan akibat juga dapat mengembangkan daya ingat. 5. Daun musim gugur Jika Anda cukup beruntung untuk tinggal di tempat yang memiliki empat musim yang berbeda, carilah pohon di dekat rumah Anda dan potretlah bagaimana pohon tersebut berubah selama musim. Pada musim dingin, ambil gambar musim panas sebagai perbandingan; pada musim panas, ambil gambar musim gugur sebagai perbandingan untuk melihat bagaimana pohon berubah sepanjang tahun untuk mengajarkan anak-anak sebab dan akibat serta memperkuat ingatan. 6. Mencocokkan Letakkan gambar berbagai binatang di dinding, lalu letakkan semua boneka binatang anak Anda di bawah gambar tersebut dan mintalah ia mencocokkan gambar dengan bonekanya. Letakkan boneka beruang di bawah beruang grizzly, gajah mainan di bawah gajah, dll. Lihat gambar mana yang memiliki boneka binatang paling banyak di bawahnya untuk mengembangkan kemampuan membedakan, berhitung, dan menyortir. 7. Halaman demi halaman Ambil kertas plano dan tempelkan sebuah gambar di setiap halaman. Saat bertanya kepada anak Anda apa yang harus diletakkan di halaman pertama, sarankan gambar kuda, lalu duduklah bersama anak Anda dan guntinglah gambar kuda dari koran atau majalah dan tempelkan. Keesokan harinya lakukan sesuatu yang lain, seperti menempelkan awan, gunung, sepeda, dll. Pada akhirnya Anda dan anak Anda akan memiliki sebuah buku yang dapat dinikmati selama berbulan-bulan. Mengembangkan keterampilan menyortir, menambah kosakata baru dan menginspirasi permainan kreatif. 8. Biskuit binatang Ambil segenggam biskuit binatang dan letakkan di atas piring, lalu bantu anak Anda menyortirnya sesuai dengan bentuk binatangnya. Misalnya, singa, harimau, beruang, dll. Pada akhirnya, hitunglah hewan mana yang paling banyak. Kembangkan keterampilan menyortir dan menghitung serta merangsang permainan imajinatif. Kesimpulan: Detail membuat perbedaan, hidup ini penuh dengan materi yang bisa Anda gunakan, Anda sebagai orang tua hanya perlu memperhatikan dan Anda akan memberikan anak Anda banyak ruang untuk berkembang!