Seberapa pentingkah ayah bagi perkembangan anak?

Anak-anak yang tidak memiliki ayah memiliki masa depan yang mengkhawatirkan Sebuah survei menunjukkan bahwa bahkan bayi yang berada dalam kondisi tidak memiliki ayah pun dapat menderita gejala-gejala khas ‘sindrom ketidakberdayaan’ seperti gelisah, kehilangan nafsu makan, depresi, dan mudah tersinggung karena tidak memiliki ayah. Semakin muda usia anak, semakin besar risiko terkena sindrom ini, dan anak-anak yang tumbuh dalam keluarga dengan kedua orang tua, tetapi tanpa ayah, lebih mungkin terkena sindrom ini. Anak-anak dengan sindrom ini pada usia dini memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk putus sekolah di sekolah menengah, dua kali lebih besar untuk melakukan kejahatan, dan anak perempuan memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk menjadi ibu tunggal. Perilaku ayah adalah contoh yang baik untuk belajar! Para psikolog mensurvei para ayah dari 398 pelaku kejahatan, 183 di antaranya adalah pecandu alkohol dan 120 di antaranya adalah penjudi, permisif secara seksual, dan tidak jujur. Yang lebih penting lagi, tidak satu pun dari para ayah ini yang menyadari bahwa anak-anak mereka tidak dapat tumbuh sehat tanpa pengaruh mereka. Para ayah menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak mereka, dan anak-anak mereka lebih pintar! Para peneliti di Newcastle University di Inggris menghabiskan setengah abad mengikuti 17.000 bayi Inggris yang lahir dalam satu minggu di bulan Maret 1958. Sebagai contoh, para ayah ditanyai berapa banyak waktu yang biasanya mereka habiskan dengan anak-anak mereka, apakah mereka membacakan untuk mereka dan pergi bersama mereka, dan tes IQ diatur untuk anak-anak ketika mereka berusia 11 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang menghabiskan banyak waktu dengan ayah mereka lebih cerdas daripada anak-anak pada usia yang sama yang tidak menghabiskan banyak waktu dengan ayah mereka. Bagaimana cara menjadi ayah yang baik? Ayah harus berada di sekitar anak-anak mereka sejak mereka pertama kali lahir. Beberapa bulan pertama sangat penting, terutama bulan ke-5, saat pengenalan wajah bayi yang sudah dikenalnya sedang berkembang. Ayah harus sering berada di sekitar bayinya sehingga dengan menjadi wajah yang dikenalnya, ayah akan membentuk dasar untuk dapat berinteraksi dengan baik dengan bayi di kemudian hari. Jika Anda melewatkan periode ini, Anda harus meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian pada bayi Anda untuk menebus momen-momen yang terlewatkan. Bermain game, teka-teki, cerita …… Seiring bertambahnya usia bayi Anda, seperti saat ia mulai berjalan, berlari, dan melompat, para ayah perlu lebih banyak berinteraksi dengan bayi mereka, yang umumnya merupakan kekuatan ayah. Anak akan mendapatkan lebih banyak lagi jika sang ayah lebih banyak terlibat dalam kegiatan yang mencerahkan seperti teka-teki, mendongeng, berjalan di labirin, dan menyusun balok. Kegiatan kompetitif seperti balapan dan petak umpet juga baik, karena memberikan anak kegembiraan akan keberhasilan. Menghabiskan waktu bersama anak Anda bukan hanya tentang menghabiskan banyak waktu bersama, tapi juga tentang cinta dan persahabatan yang nyata! Ketika para ayah menghabiskan waktu dengan anak-anak mereka, mereka tidak hanya harus memiliki “kuantitas” (waktu dan kesempatan), tetapi juga “kualitas” (untuk meningkatkan ikatan yang lebih dalam antara ayah dan anak dan untuk mengumpulkan kenangan indah). Para ayah harus mempertimbangkan waktu yang mereka habiskan dengan anak-anak mereka, sehingga “tangki cinta” antara ayah dan anak dapat terisi. Seorang anak akan merasa bahagia dengan cinta dan persahabatan dari ayahnya!