Otomatisme adalah gerakan stereotip yang kurang lebih tidak disengaja, tidak bermakna dan tidak bertujuan yang terjadi selama atau setelah kejang ketika kesadaran pasien masih kabur dan tidak dapat diingat setelah bangun. Presentasi klinis dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari pengulangan gerakan yang telah terjadi sebelumnya, hingga gerakan baru yang tidak disadari, atau gerakan yang merupakan respons terhadap halusinasi atau delusi. Gangguan otomatis perlu dibedakan dari gejala-gejala serupa sebagai berikut: 1. Gangguan otomatis makan dan minum: kondisi klinis yang paling umum, sering kali disertai dengan gerakan mulut yang berulang-ulang seperti menghisap, mengunyah, menjilati, menjulurkan lidah, dan berdehem. 2. Otomatisme kebiasaan: pengulangan tindakan sederhana yang dilakukan secara tidak sadar seperti menggosok tangan, membelai wajah, membuka kancing, membuka baju, menyentuh saku, memindahkan meja dan kursi, dll. 3. Otomatisme postural: pengulangan tanpa sadar dari gerakan sederhana. 4 . Somnambulisme: adalah otomatisme yang gelisah, sebagian besar terjadi pada siang hari, ketika pasien memiliki persepsi parsial tentang lingkungan sekitar dan dapat bereaksi sesuai dengan itu, dan dapat melakukan aktivitas yang kompleks dan terkoordinasi untuk jangka waktu yang lebih lama, seperti berjalan, berlari, mengendarai atau mengemudikan kendaraan, percakapan sederhana, membeli benda, dll. Biasanya berlangsung selama beberapa menit dan sering kali sulit untuk dideteksi jika tidak dijaga. 5. Gangguan berjalan dalam tidur: adalah episode otomatisme di malam hari. 6. Otomatisme verbal: sebagian besar berupa pengulangan bahasa sederhana atau berteriak, dll. 7. Keadaan berkabut: kejang ini sangat kompleks dan merupakan gangguan kejang yang umum terjadi pada pasien epilepsi, sering kali terjadi secara tiba-tiba, kebingungan, orientasi yang buruk terhadap lingkungan, persepsi yang buruk tentang berbagai hal, dan ketidakmampuan untuk melakukan kontak yang normal. Halusinasi dan delusi dapat terjadi, dan sebagian besar terdapat gangguan afektif, seperti panik, marah, perilaku yang tidak teratur, atau bahkan penghancuran benda dan cedera, dll. Mungkin terdapat gejala vegetatif selama kejang.