Pankreatitis akut yang parah adalah keadaan darurat klinis kritis yang memerlukan manajemen multidisiplin, tetapi beberapa pasien masih mengalami komplikasi dan sekitar 10-15% pasien mungkin meninggal. Namun, pankreatitis akut yang parah juga bisa ringan, dengan pasien yang hanya mengalami kegagalan sementara organ vital (kardiovaskular, paru, ginjal) (biasanya <48 jam) memiliki tingkat kematian yang mirip dengan rata-rata pasien dengan pankreatitis akut ringan, sementara mereka yang mengalami kegagalan organ vital yang persisten dan demam akibat jaringan nekrotik pankreas akibat infeksi memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi. Tingkat kematian lebih tinggi jika kedua kondisi ini ada. Oleh karena itu, pasien dengan pankreatitis akut yang parah harus dimonitor secara ketat setiap hari untuk mengetahui perubahan tanda-tanda vital (pernapasan, denyut jantung, tekanan darah, denyut nadi), dan memeriksakan fungsi darah, hati dan ginjal secara teratur, sehingga setiap kelainan dapat segera ditangani, untuk meminimalkan kejadian komplikasi dan mortalitas pada pankreatitis akut yang parah.