Makan kacang tidak dapat memberikan efek menurunkan gula darah. Kacang tanah mengandung karbohidrat, vitamin, mineral dan asam amino esensial, dll. Tidak ada zat yang dapat menurunkan gula darah. Sebaliknya, kacang tanah mengandung banyak lemak dan minyak, yang tidak kondusif untuk mengontrol gula darah dan dapat meningkatkan gula darah. Kacang tanah mengandung lemak dan minyak yang tinggi, yang memberikan energi bagi tubuh. Lemak dan minyak memberikan energi sekitar dua kali lebih banyak daripada karbohidrat dan lemak. Jika kacang tanah dikonsumsi secara berlebihan, tubuh akan menyimpan kelebihan energi tersebut dalam bentuk lemak, sehingga menyebabkan obesitas dan menjadi predisposisi hiperlipidemia. Bagi penderita diabetes, penting untuk mengontrol berat badan dengan baik. Jika terjadi obesitas maka akan mengganggu kontrol gula darah dan mengganggu metabolisme tubuh, sehingga kacang tanah harus dimakan secukupnya. Tidak ada uji klinis yang jelas untuk menunjukkan makanan mana yang dapat menurunkan gula darah, tetapi gula darah dapat dikontrol dengan baik dengan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah. Sebagai contoh, pare dapat mengatur insulin dan bawang merah akan meningkatkan kelancaran aliran darah, sehingga mencapai kontrol gula darah secara tidak langsung. Pasien diabetes harus secara aktif menggunakan obat di bawah bimbingan dokter, makan tiga kali sehari dengan porsi yang teratur, mengurangi minyak dan garam, dan berolahraga dengan benar untuk meningkatkan metabolisme.