Gangguan spermatogenesis dapat diobati dengan obat-obatan seperti IV-Glucozinc. Jika tusukan testis mengindikasikan spermatogenesis yang rendah, maka azoospermia kongenital dipertimbangkan, dan tidak ada pilihan pengobatan klinis yang spesifik. Gangguan spermatogenesis dapat diobati dengan IV-Glucozinc dan obat lain, dan ditindaklanjuti untuk melihat apakah ada perbaikan. Dianjurkan agar diet yang dilakukan harus ringan dan bergizi, serta menghindari makanan yang pedas dan merangsang. Gangguan spermatogenesis mungkin disebabkan oleh penyebab bawaan, dan tidak ada pengobatan klinis yang efektif. Biasanya, gangguan spermatogenesis juga dapat menyebabkan pembuahan normal, dan reproduksi berbantuan, seperti fertilisasi in vitro, dapat dipilih jika perlu. Disarankan untuk mengatur pola pikir dan pola makan pasien, memperkuat olahraga, gizi seimbang, mengikuti petunjuk dokter untuk menggunakan obat-obatan, dan jika perlu, dapat memilih teknologi reproduksi berbantuan.