Secara klinis, biasanya pasien mengalami demam setelah pencabutan gigi bungsu, terutama karena dua alasan berikut: Pertama, peradangan kronis sudah ada sebelum gigi bungsu dicabut, yang dapat dengan mudah menyebabkan penyebaran peradangan akut setelah pencabutan, dan demam dapat terjadi ketika infeksi menyebar ke seluruh tubuh. Kedua, sistem kekebalan tubuh pasien relatif rendah dan ketika gigi bungsu dicabut, tubuh tidak dapat menahan kerusakan besar dan demam akan muncul. Pasien dengan diabetes dapat dengan mudah mengalami demam setelah pencabutan gigi bungsu. Mereka dapat menggunakan obat antiinflamasi untuk pencegahan sebelum operasi dan mengonsumsi sefalosporin oral dan ornidazol untuk pengobatan segera setelah pencabutan. Demam setelah pencabutan gigi bungsu tidak boleh dianggap enteng dan harus diobati dengan pengobatan anti-inflamasi.