Rincian perawatan dermatitis atopik/eksim

Seperti kata pepatah, “hal kecil yang membuat perbedaan”, dan untuk penyakit kompleks seperti dermatitis atopik/eksim, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, setiap detail perawatan sangat penting untuk hasil perawatan. Rincian perawatan dermatitis atopik/eksim 1. Mandi: Masih ada beberapa kontroversi tentang rincian mandi, yang terkait dengan budaya dan kebiasaan yang berbeda. Namun, ada konsensus dasar dalam pedoman Eropa, Amerika, Jepang, dan Korea bahwa penderita eksim harus mandi, baik sekali sehari atau tiga kali seminggu. Waktu mandi tidak boleh lebih dari 5-10 menit, suhu air tidak boleh terlalu tinggi, dan Anda dapat memilih produk pembersih yang ringan, asam lemah, dan bebas sabun. 2. Emolien: emolien bukan pengganti perawatan anti-inflamasi; hanya emolien ketika kulit meradang, tanpa menggunakan obat anti-inflamasi yang cukup, akan meningkatkan risiko infeksi; emolien harus digunakan setidaknya dua kali sehari, segera setelah mandi; dosis 150-200g / minggu untuk anak-anak, 30g / hari untuk orang dewasa, 1000g / bulan; bahan perawatan kulit medis yang mengandung ceramide, urea, asam hialuronat, dan bahan lainnya memiliki pelembab yang lebih baik Emolien yang mengandung minyak kacang dan minyak zaitun meningkatkan risiko alergi dan tidak boleh digunakan terutama oleh anak di bawah 2 tahun; penggunaan emolien harus mengikuti arah pertumbuhan rambut untuk menghindari penyumbatan folikel rambut yang menyebabkan folikulitis. 3. Obat anti radang: harus cukup kuat, umumnya anak-anak memilih hormon yang lemah dan sedang hingga kuat, untuk beberapa area khusus seperti tangan dan kaki, atau ruamnya sangat tebal juga bisa menggunakan hormon yang kuat; penggunaan dosis yang cukup itu penting, Anda bisa menilai dosisnya sesuai dengan satuan ujung jari; kuasai cara pengobatan yang benar, 1-2 kali sehari sudah cukup, ketika rasa gatal sudah berkurang, ruam mereda maka Anda bisa secara bertahap mengurangi dosisnya atau mengurangi kekuatan obatnya atau Ketika rasa gatal berkurang dan ruam mereda, dosis dapat dikurangi secara bertahap atau kekuatan obat dapat diturunkan atau jumlah dosis dikurangi. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan 1. Haruskah saya mengoleskan obat dengan tangan atau dengan kapas? Di klinik rawat jalan, kami menemukan pasien yang sudah lama berobat, tetapi tidak puas dengan hasilnya, dan kadang-kadang mengatakan bahwa “obat yang diresepkan oleh dokter tidak cukup”. Manfaat dari penyeka kapas adalah higienis, tetapi ada lebih banyak kerugiannya: penyeka menyerap sebagian obat, mengurangi jumlah obat yang dapat dioleskan secara efektif ke kulit; penyeka tidak menyerap obat, sehingga lebih mudah untuk mengukur jumlah obat yang sebenarnya digunakan; dan penyeka memiliki ujung yang lebih kasar, yang dapat bergesekan dengan kulit eksim dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Yang terbaik adalah menggunakan tangan untuk mengoleskan obat, tetapi Anda harus mencuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan obat. 2. Apakah saya perlu mencampur krim hormon topikal dengan antibiotik topikal lainnya? Saya sering menjumpai pasien yang menggunakan obat mereka dengan cara ini: campuran 1:1 antara krim Denide dan krim asam fusidat digunakan secara topikal. Kombinasi ini dimaksudkan untuk mengendalikan peradangan dengan hormon (Denide) dan mencegah infeksi bakteri dengan antibiotik (asam fusidat atau Bactrim). Tujuannya baik, tetapi pendekatannya salah. Krim yang berbeda membutuhkan konsentrasi tertentu agar efektif, dan ketika dicampur 1:1, konsentrasinya turun setengahnya dan efeknya berkurang. Selain itu, obat topikal yang berbeda memiliki bentuk sediaan yang berbeda, memiliki kelarutan dalam lemak yang berbeda dan tingkat pH yang berbeda, sehingga dengan mencampurkannya dapat mempengaruhi efektivitas beberapa obat. Jadi, bagaimana saya harus menggunakannya? Anda dapat mengoleskan salep antibiotik topikal terlebih dahulu dan kemudian mengoleskan krim hormon topikal setengah jam kemudian, agar obat tidak saling mempengaruhi. Atau pilihlah salep yang diracik. 3. Apakah saya perlu sering mengganti merek pelembab? Sekarang ada semakin banyak merek pelembab medis, memberikan lebih banyak pilihan dan saya biasanya merekomendasikan beberapa merek di klinik. Dalam hal khasiat dasar pelembab, tidak ada perbedaan mendasar di antara merek-merek tersebut, tetapi pasien yang berbeda mungkin merasakan hal yang berbeda setelah menggunakannya, sehingga Anda dapat memilih dari sejumlah besar merek yang menurut Anda bekerja dengan baik dan nyaman digunakan. Setelah dipilih, tidak perlu sering berganti-ganti. Penting untuk diperhatikan bahwa pada musim yang berbeda, formulasinya dapat disesuaikan dengan kekeringan kulit dan keringat: salep (ointment) dan krim (cream) lebih berminyak dan lebih cocok untuk musim dingin, sedangkan losion (lotion) lebih ringan dan lebih cocok untuk musim panas dan daerah yang berkeringat.