Ada dua jenis utama penyebab displasia paru, yaitu penyakit jinak atau kanker penyakit ganas. Penyakit jinak mengacu pada pneumonia, tuberkulosis atau pembesaran kelenjar getah bening yang menekan bronkus yang menyebabkan atelektasis. Kanker paru, juga dikenal sebagai kanker paru primer pada bronkus, berasal dari bronkus dan bermanifestasi sebagai pertumbuhan pada trakea, yang juga dapat menyebabkan atelektasis. Untuk membedakan antara penyakit jinak dan ganas, selain CT atau CT yang disempurnakan, sitologi dahak atau tes darah, bronkoskopi menjadi andalan. Secara khusus, biopsi patologis berdasarkan hasil bronkoskopi, dikombinasikan dengan hasil laboratorium, dapat membedakan antara penyakit jinak dan kanker paru-paru. Oleh karena itu, ini belum tentu merupakan kasus kanker, tetapi penilaian dokter, terutama dengan bronkoskopi, diperlukan.