Gejala sisa infeksi neocoronavirus tidak jelas dan bervariasi dari orang ke orang, dengan gangguan pernapasan, neurologis, kardiovaskular, serta cedera hati dan ginjal sebagai gejala sisa yang mungkin terjadi. Pneumonia neokoronavirus adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh infeksi virus corona baru. 1. Sistem pernapasan: Ketika virus menyerang sistem pernapasan, yang menyebabkan kerusakan paru-paru yang parah, pasien dapat mengalami fibrosis paru dengan sesak dada, sesak napas, kelemahan setelah beraktivitas, dan gejala tidak nyaman lainnya. 2. Gejala neurologis: invasi sel dan jaringan otak, menyebabkan kerusakan saraf kronis, sakit kepala, neuralgia, kehilangan ingatan, serta kehilangan rasa dan bau. 3. Sistem kardiovaskular: Virus corona baru dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem kardiovaskular, seperti sesak dada, nyeri dada, jantung berdebar, dan kerusakan miokard. 4. Sistem ginjal: Virus corona baru juga dapat menyebabkan kelainan pada fungsi hati dan ginjal, cedera ginjal akut, peningkatan kreatinin dan nitrogen urin, yang secara serius mempengaruhi kesehatan. Perlu dicatat bahwa karena virus corona terus bermutasi, gejala sisa dan tingkat keparahan pneumonia virus corona bervariasi dari orang ke orang. Bukti terkait gejala sisa di atas masih belum cukup dan masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Lakukan perlindungan diri yang baik, lakukan vaksinasi tepat waktu, dan konsultasikan dengan dokter jika timbul gejala seperti demam dan batuk. Tips] Dalam artikel ini, istilah “pneumonia virus corona baru” dan “pneumonia virus corona baru” telah diubah namanya menjadi “infeksi virus corona baru” pada tanggal 26 Desember 2022, seperti yang diumumkan oleh Komisi Kesehatan Nasional.