Meniskus adalah salah satu struktur penting yang membentuk sendi lutut. Dari segi bentuk dan lokasinya, meniskus terletak di antara kondilus femoralis dan dataran tinggi tibialis, yang bertindak sebagai bantalan untuk melindungi permukaan sendi keduanya, menyerap guncangan yang disalurkan ke bawah. Efek stabilisasi dari meniskus inilah yang menjaga sendi lutut tetap aman dari cedera selama bertahun-tahun latihan menahan beban. Meniskus sangat penting bagi sendi lutut, jadi apa yang dapat merusaknya? 1. Melakukan belokan dan berhenti secara tiba-tiba: Hal ini biasa terjadi dalam olahraga, seperti bola basket atau sepak bola, di mana belokan dan berhenti secara tiba-tiba digunakan untuk “mengguncang” lawan, yang dapat dengan mudah merusak meniskus jika pemanasannya tidak memadai dan gerakannya tidak terstandardisasi. Dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat mengangkat benda berat atau berdiri tidak stabil saat turun dari sepeda dengan tergesa-gesa, hal ini juga dapat menyebabkan kondisi ini. 2 . Benturan: Misalnya: bertabrakan kaki dengan lawan saat bermain sepak bola, atau mengalami kecelakaan mobil di mana kaki Anda menabrak mobil, juga dapat menyebabkan kerusakan pada meniskus. 3, cedera kronis: banyak orang mungkin tidak mengalami trauma yang jelas sebelumnya, tetapi pekerjaan biasa dan pekerjaan rumah tangga terlalu berat, terutama kebutuhan untuk sering jongkok, yang juga dapat menyebabkan meniskus perlahan-lahan mengembangkan gejala ketegangan. Penilaian awal terhadap diri sendiri 1. Perasaan “jangan sampai tersangkut” pada sendi Banyak pasien dengan cedera meniskus tiba-tiba merasa kakinya tidak bisa bergerak saat berjalan atau melakukan tindakan tertentu, dan sendi tersebut “tersangkut”. Jika Anda menggerakkan sendi secara perlahan, perasaan tersebut dapat hilang. Hal ini dikenal secara medis sebagai “fenomena crossover” pada sendi. Hal ini terjadi ketika meniskus yang robek bersarang di dalam sendi dan membatasi pergerakan sendi. Namun, tidak selalu meniskus yang rusak. Jika ada tulang kecil yang bebas di dalam sendi, tulang tersebut juga dapat terperangkap di dalam sendi dan menyebabkan penguncian silang. 2. Ekstensi dan fleksi berlebihan dengan rasa sakit Ketika Anda mencurigai adanya cedera meniskus, Anda dapat berbaring di tempat tidur dan mencoba membiarkan sendi lutut dalam ekstensi penuh, dan kemudian dengan lembut mengulurkan tungkai bawah ke atas. Tindakan ini akan menyebabkan tekanan di depan sendi menjadi lebih besar, dan jika ada kerusakan pada meniskus, meniskus yang terjepit dan meregang akan menimbulkan rasa sakit ketika melakukan tindakan ini; sebaliknya, kita akan melenturkan sendi lutut secara maksimal, yang akan membuat bagian belakang sendi lutut. Jika hal ini menimbulkan rasa sakit, ada kemungkinan tanduk posterior meniskus telah pecah. 3. Jongkok dan berjalan dengan rasa sakit Ini adalah tindakan untuk memeriksa kerusakan pada tanduk posterior meniskus dengan cara jongkok dan berjalan, mengubah arah dari waktu ke waktu, baik ke kiri maupun ke kanan. Jika ada rasa sakit atau bunyi gemeretak pada lutut ketika Anda melakukan ini, atau jika Anda tidak dapat melenturkan lutut sama sekali, ini merupakan indikasi bahwa tanduk posterior meniskus mungkin rusak. Petunjuk: Tindakan 2 dan 3 di atas harus dilakukan secukupnya agar tidak memperparah kerusakan meniskus dengan pemeriksaan berulang.