Sebelum melakukan operasi tubuh tanpa sendi, diperlukan pemeriksaan rutin terhadap berbagai sampel, elektrokardiogram dan MRI pada sendi yang dioperasi. 1. Pemeriksaan rutin: Pemeriksaan rutin meliputi pemeriksaan darah rutin, pemeriksaan biokimia, pemeriksaan rutin sampel tinja dan urin, dll. Melalui pemeriksaan semacam ini, dapat menentukan apakah pasien mengalami peradangan, penyakit sistem saluran kemih, disfungsi pembekuan darah, dan penyakit dasar lainnya sebelum operasi, dan membantu untuk membuat penilaian yang komprehensif tentang fungsi pembekuan darah, fungsi tubuh dan metabolisme dasar pasien. 2. Elektrokardiogram: Elektrokardiogram atau USG jantung adalah pemeriksaan yang diperlukan sebelum operasi dengan anestesi umum, yang dapat menentukan apakah ada penyakit kardiovaskular atau gangguan detak jantung dan gejala lainnya melalui pemeriksaan sebelum operasi, dan dapat membantu untuk secara efektif menghindari risiko pembedahan atau melakukan penyesuaian obat selama dan setelah operasi. 3. Resonansi magnetik nuklir (MRI): MRI pada lokasi pembedahan sendi dapat membantu mengamati apakah ada peradangan, cairan atau batu di rongga sendi, dan membuat penilaian yang akurat pada otot dan struktur sendi pada lokasi pembedahan. MRI juga dapat membantu menentukan lokasi tubuh yang bebas dan membantu merumuskan rencana pembedahan. Semua pemeriksaan yang diperlukan harus dilakukan sebelum pembedahan untuk memastikan bahwa tubuh dalam keadaan stabil, menghindari komplikasi serius selama pembedahan, dan mengurangi risiko pembedahan secara efektif.