Jika obstruksi berada di epididimis distal, bedah mikro dapat digunakan untuk melakukan rekanalisasi pada bagian vas deferens yang terhalang dan bagian epididimis yang tidak terhalang, sehingga sperma dapat dikeluarkan setelah saluran yang baru terbentuk. Namun, jika obstruksi bersifat proksimal, seperti obstruksi saluran ejakulasi, maka kemungkinan untuk melakukan rekanalisasi bedah lebih kecil dan memiliki tingkat keberhasilan yang rendah. Lokasi obstruksi harus diidentifikasi dengan jelas sebelum perawatan yang tepat dapat dipilih. Untuk memperjelas diagnosis ini, diperlukan analisis biokimiawi plasma mani, dan pemeriksaan bahan gonad aksesori dalam plasma mani sering kali dapat mengungkapkan lokasi obstruksi.