Enterokolitis biasanya tidak menyebabkan sindrom Nutcracker. Sindrom Nutcracker, yaitu sindrom kompresi vena ginjal kiri, adalah suatu kondisi klinis yang disebabkan oleh kompresi vena ginjal kiri saat vena tersebut berjalan di antara aorta abdominalis dan arteri mesenterika superior selama perjalanannya menuju vena cava inferior. Dalam keadaan normal, sudut yang dilalui vena renalis kiri dipenuhi oleh mesenterium, lemak, kelenjar getah bening, dan peritoneum, sehingga vena renalis kiri tidak tertekan. Namun, ketika masa pubertas berkembang lebih cepat, tinggi badan bertambah dengan cepat, tulang belakang terlalu memanjang, bentuk tubuh berubah secara drastis, atau terjadi ptosis ginjal, maka vena renalis kiri tertekan pada sudut tersebut, sehingga menyebabkan perubahan aliran darah dan gejala klinis yang sesuai. Enterokolitis adalah peradangan pada usus halus dan usus besar yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, dll. Manifestasi klinis terutama meliputi sakit perut, diare, tinja encer encer atau tinja berlendir, nanah, dan darah. Komplikasi enterokolitis biasanya berupa megakolon toksik, perforasi kolon, stenosis usus, dan kanker kolorektal, dan tidak ada laporan klinis enterokolitis yang menyebabkan sudut antara arteri mesenterika superior dan aorta abdominalis mengecil. Pada pasien yang didiagnosis dengan Sindrom Nutcracker, dukungan nutrisi dianjurkan, serta pemeriksaan ulang rutin tes darah dan urin serta ultrasonografi pembuluh darah ginjal.