Akhir-akhir ini, dengan peningkatan standar hidup material masyarakat, ditambah dengan struktur diet dan kebiasaan makan kita yang tidak ilmiah, insiden kanker kolorektal telah meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kanker kolorektal, sangat perlu untuk mengatur struktur diet dengan benar.
Mempertahankan berat badan ideal: kunci untuk mencegah kanker kolorektal
Setiap orang memiliki berat badan ideal, tetapi tidak semua orang dapat mencapai dan mempertahankan berat badan idealnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa kelebihan berat badan dan obesitas adalah “fondasi” bagi banyak penyakit, termasuk kanker kolorektal. Oleh karena itu, langkah pertama dalam mencegah kanker kolorektal adalah mencapai dan mempertahankan berat badan ideal Anda.
Rekomendasi.
1. Hindari asupan makanan tinggi gula dan lemak yang berlebihan, seperti kue krim, cokelat, makanan yang digoreng, makanan penutup, minuman manis, dll;
2. Hindari minum terlalu banyak alkohol, terutama alkohol yang kuat;
3. Pertahankan aktivitas fisik dalam jumlah sedang setiap hari.
Lemak hewani: biang keladi kanker kolorektal
Diet tinggi lemak hewani merupakan faktor risiko tinggi untuk kanker kolorektal. Alasan untuk hal ini bisa mencakup
1. Banyak karsinogen yang larut dalam lemak, yaitu dapat larut dalam lemak. Oleh karena itu, semakin banyak lemak hewani yang dikonsumsi dalam makanan, semakin besar risiko melarutkan dan menyerap karsinogen;
2. Diet tinggi lemak dapat meningkatkan sekresi asam empedu dalam saluran usus, yang berpotensi mengiritasi dan merusak mukosa usus. Jika dalam iritasi dan kerusakan tersebut dalam waktu yang lama, hal itu dapat menginduksi produksi sel tumor dan menyebabkan kanker kolorektal.
Rekomendasi.
1. Kurangi atau hindari makanan yang kaya akan lemak jenuh dan kolesterol, termasuk: minyak, daging berlemak, jeroan hewan, telur ikan, cumi-cumi, sotong, kuning telur, serta minyak kelapa sawit dan minyak kelapa;
2. Batasi minyak nabati (termasuk minyak kacang tanah, minyak kedelai, dan minyak rapeseed) sekitar 20-30 gram per orang per hari (sekitar 2-3 sendok makan);
3. Jangan makan atau mengurangi konsumsi makanan yang digoreng atau digoreng;
4. Makan makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal, seperti minyak zaitun dan tuna, secukupnya;
5. Hindari memanaskan makanan hewani dan minyak nabati secara berlebihan selama memasak (termasuk memasak pada suhu yang terlalu tinggi dan waktu pemanasan yang terlalu lama).
3. Serat makanan: kekuatan pendorong dalam pencegahan kanker kolorektal
Serat makanan mengacu pada komponen-komponen tanaman yang tidak dapat dihidrolisis oleh enzim pencernaan dalam usus halus manusia dan langsung masuk ke usus besar.
Banyak bukti menunjukkan bahwa meningkatkan asupan serat makanan dapat secara signifikan mengurangi kejadian kanker kolorektal. Hal ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa serat makanan sangat menyerap dan dapat meningkatkan volume feses, membuatnya terbentuk dan memudahkan buang air besar. Hal ini dapat mempersingkat waktu tinggal feses di dalam usus, mengurangi kontak antara zat karsinogenik dan dinding usus, dan menurunkan konsentrasi zat karsinogenik dalam usus, sehingga mengurangi risiko kanker kolorektal. Selain itu, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa meningkatkan asupan serat makanan larut juga dapat mengurangi penyerapan lemak dan kolesterol hewani, yang juga mengurangi kemungkinan terkena kanker kolorektal sampai batas tertentu.
Rekomendasi.
1. Lengkapi dengan 30g serat makanan setiap hari;
2. Makan lebih banyak makanan yang kaya serat makanan: konjak, kedelai dan produknya, sayuran dan buah-buahan segar, ganggang, dll;
3. Mengganti biji-bijian halus dengan beberapa biji-bijian kasar, sambil mempertahankan jumlah makanan pokok yang sama.
IV. Vitamin dan elemen jejak: peran yang tidak boleh diremehkan
Vitamin dan elemen jejak adalah nutrisi penting untuk mempertahankan aktivitas kehidupan normal. Walaupun mereka dibutuhkan dalam jumlah yang lebih kecil daripada lemak, protein dan gula, dan tidak menghasilkan kalori sendiri, namun perannya dalam pencegahan dan pengobatan penyakit tidak dapat diremehkan. Sejumlah penelitian ilmiah telah menunjukkan peran potensial vitamin A, vitamin C, vitamin E, beta-karoten dan elemen selenium dalam pencegahan tumor ganas.
Rekomendasi.
1. Perhatikan suplementasi sayuran dan buah-buahan segar untuk karoten dan vitamin C;
2. Konsumsi kenari, kacang tanah, produk susu, daging tanpa lemak dan makanan laut secukupnya untuk melengkapi vitamin E;
3, perhatikan asupan malt, ikan, jamur dan makanan lain yang kaya akan unsur selenium;
4. Jika, karena berbagai alasan, sulit untuk memastikan asupan makanan yang disebutkan di atas, tambahkan kombinasi vitamin dan mineral dalam jumlah yang sesuai.
Makan lebih sedikit makanan berlemak, meningkatkan asupan serat makanan dan vitamin, makan lebih banyak buah dan sayuran segar, makan lebih sedikit makanan pedas dan merangsang, dan secara efektif mengendalikan massa tubuh sambil meningkatkan jumlah olahraga, semuanya dapat mengurangi kejadian kanker kolorektal.