Tindakan pencegahan untuk pasien dengan cedera tulang belakang terutama adalah bahwa pasien harus melakukan pelatihan rehabilitasi yang tepat, memperhatikan pola makan, memperbaiki gaya hidup dan menyesuaikan emosi.
1. Pelatihan rehabilitasi: anggota keluarga pasien yang terbaring di tempat tidur harus memperhatikan asuhan keperawatan, mengubah posisi pasien secara teratur, melakukan fleksi pasif dan ekstensi sendi, pijat otot dan sebagainya. Untuk menghindari munculnya luka baring, kekakuan sendi, atrofi otot dan gejala lainnya. Untuk pasien yang dapat berdiri, harus di keluarga dengan latihan berdiri, bergeser, kembali ke tempat tidur yang sesuai. Mencegah komplikasi terkait.
2. Diet: Diet harian pasien dengan cedera tulang belakang harus ringan dan bergizi, dengan konsumsi makanan berkalsium tinggi dan berprotein tinggi dalam jumlah sedang untuk memastikan suplai nutrisi pasien. Seperti telur, susu, buah segar dan sebagainya. Pasien dengan disfungsi buang air kecil dan buang air besar perlu minum air putih secara teratur, makan lebih banyak makanan kaya serat, menghindari sembelit, serta buang air kecil dan buang air besar secara teratur.
3. Perhatikan gaya hidup: pasien dengan cedera tulang belakang harus memastikan tidur yang cukup dan menghindari begadang. Pasien tidak boleh minum alkohol dan merokok, dan tidak boleh bekerja terlalu keras.
4. Penyesuaian emosi: anggota keluarga pasien cedera tulang belakang harus memperkuat komunikasi dengan pasien dan berkonsultasi dengan psikolog bila perlu. Buatlah pasien menghadapi kondisinya sendiri secara positif dan bekerja sama dengan pengobatan dokter.
Pasien dengan cedera tulang belakang harus melakukan pelatihan rehabilitasi, memperbaiki pola makan dan kebiasaan hidup, mempertahankan pola pikir yang optimis, mengamati kondisinya dengan cermat dan mengikuti instruksi dokter untuk ditinjau ulang.