Sindrom lorong karpal adalah penyakit yang disebabkan oleh kompresi saraf median di pergelangan tangan, yang paling sering terlihat pada wanita paruh baya dan lanjut usia, yang penyebabnya terkait dengan aktivitas berulang pada sendi pergelangan tangan dalam jangka waktu yang lama dan perubahan kadar hormon dalam tubuh setelah menopause. Secara umum, pasien dengan sindrom lorong karpal dapat mengalami mati rasa pada satu atau lebih ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, sedangkan jari manis lebih sedikit mati rasa, dan jari kelingking adalah yang paling sedikit mati rasa, atau bahkan tidak mati rasa sama sekali. Orang dengan indera yang lebih sensitif bahkan dapat menemukan bahwa mati rasa di kedua sisi jari manis berbeda, dengan sisi yang berhadapan dengan jari tengah lebih mati rasa dan sisi yang berhadapan dengan kelingking lebih ringan atau bahkan tidak mati rasa. Selain lokasi, waktu terjadinya mati rasa terkadang dapat membantu kita untuk menilai, mati rasa yang lebih parah di malam hari atau bahkan bangun karena ketidaknyamanan akibat mati rasa sering menunjukkan adanya sindrom lorong karpal. Untuk pasien yang lebih serius, selain mati rasa, juga akan ditemukan atrofi otot interoseus (permukaan telapak tangan di sisi ibu jari), disertai dengan ibu jari dan jari kelingking yang lemah untuk mencubit. Catatan dokter: Salah satu gejala yang paling khas dari sindrom lorong karpal adalah mati rasa terbatas pada sisi radial ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan jari manis (sisi yang dekat dengan jari tengah), sehingga sensasi pada kedua sisi jari manis tidak konsisten. Gejala mati rasa pada tangan di atas mungkin merupakan sindrom lorong karpal.