Bekas luka dapat terasa berduri dan gatal sebelum perawatan, tetapi rasa gatal akan berkurang secara bertahap dengan perawatan. Dalam perjalanan perawatan, beberapa bekas luka telah muncul sedemikian rupa sehingga bekas luka telah dirawat dan diratakan, tetapi kadang-kadang masih terasa gatal. Banyak bekas luka yang mulai khawatir bahwa jika masih terasa gatal setelah diratakan, apakah itu berarti bekas luka telah kambuh selama masa pemulihan? Ada empat tanda utama kambuhnya bekas luka: 1) kemacetan di sekitar bekas luka, dan kemacetan menjadi semakin serius; 2) bekas luka menjadi keras kembali, dan ini sangat jelas ketika Anda menyentuhnya dengan tangan; 3) ketebalan bekas luka secara bertahap menebal, dan secara bertahap naik di atas permukaan bekas luka asli; 4) bekas luka menunjukkan kecenderungan untuk terus tumbuh dan menyebar di sekitar bekas luka. Banyak pengguna bekas luka yang melihat bekas lukanya menjadi rata dan masih terasa gatal sesekali, dan selalu khawatir bahwa bekas lukanya akan kambuh, yang sebenarnya tidak ilmiah. Tidak ada hubungan langsung antara perubahan rasa gatal setelah perawatan bekas luka non-bedah dan apakah bekas luka benar-benar sembuh atau tidak. Bagaimana cara merawat bekas luka gatal yang sesekali menusuk? 1. Hindari menggaruk: Berhati-hatilah untuk tidak menggaruk untuk mencegah kerusakan lokal yang dapat menyebabkan infeksi. Jika terasa tidak nyaman, mengompres dengan kompres dingin atau menepuk-nepuk dengan ujung jari dapat membantu meringankan gejalanya. 2. Makan makanan yang ringan: Jaga pola makan Anda tetap ringan dan makan lebih banyak buah dan sayuran. Makanan yang tidak kondusif untuk pemulihan bekas luka harus dihindari sebisa mungkin, seperti makanan pedas, makanan laut, daging sapi dan daging kambing, dll. Merokok dan alkohol juga harus dihindari. 3, cuaca kering: perhatikan kebersihan area bekas luka, jika cuaca terlalu kering dan kulit sensitif, Anda dapat dilembabkan, atau mengoleskan salep dan tindakan perawatan lainnya untuk meredakan gejala.