Tumbuh gigi adalah proses fisiologis yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan oleh para orang tua, tetapi ada beberapa hal yang harus diketahui oleh para ibu untuk membantu melindungi bayi mereka selama proses tumbuh gigi. Jadi, bagaimana urutan tumbuh gigi? Apa saja gejalanya? Bagaimana para ibu harus membantu bayi mereka untuk merawat gigi mereka? I. Bagan Urutan Tumbuh Gigi Anak II. Kebiasaan makan: Makanlah tiga kali secara teratur setiap hari, dengan memperhatikan ukuran porsi yang tepat. Kurangi ngemil dan sebaiknya biarkan anak Anda minum air putih di antara waktu makan. Pemeriksaan mulut: Bawa anak Anda untuk pemeriksaan mulut setiap enam bulan hingga satu tahun. Pemeriksaan rutin sejak usia dini membantu membina hubungan yang baik antara anak Anda dengan dokter gigi dan mengembangkan konsep perawatan gigi yang tepat. 2. Usia 6-12 tahun Pembersihan mulut: Sejak usia 6 tahun, “gigi usia keenam” muncul, gigi susu mulai tanggal dan gigi permanen mulai muncul, memasuki periode penggantian gigi yang paling penting dalam kehidupan anak. Ajarkan anak Anda tentang urutan menyikat gigi yang benar: (1) Sikatlah di sepanjang gigi, dan ketika menyikat gigi bagian atas, sikatlah dari atas ke bawah. (2) Saat menyikat gigi bagian bawah, sikatlah dari bawah ke atas. (3) Saat menyikat permukaan oklusal gigi, sikatlah secara bolak-balik. (4) Sikatlah setiap area setidaknya lima kali, dari dalam ke luar. (5) Sikatlah lidah Anda dengan lembut untuk menghilangkan bakteri. Kebiasaan makan: Makanlah buah seperti anggur dan apel satu jam sebelum makan. Kurangi minum minuman berkarbonasi, kurangi makan hamburger, cokelat, biskuit manis, permen susu, dan terutama tidak sebelum tidur. Kunyahlah permen karet bebas gula setelah makan dan camilan untuk merangsang produksi air liur dan membantu memperkuat gigi. Pemeriksaan mulut: Bawalah anak Anda ke dokter gigi profesional untuk mengetahui adanya gangguan pada mulut yang muncul selama proses penggantian gigi. Anak-anak dengan “gigi enam tahun” dapat ditutup soketnya (lapisan resin berikat diaplikasikan pada soket gigi geraham) di dokter gigi untuk melindungi email dari bakteri dan produk metabolisme serta memperkuat daya tahan gigi terhadap pembusukan. 3 . Setelah usia 12 tahun, pembersihan mulut: Selain menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride di pagi dan sore hari, Anda juga dapat menggunakan alat perawatan mulut lainnya untuk merawat gigi, seperti flossing, waktu terbaik untuk flossing adalah setelah makan malam dan sebelum tidur. Penting untuk berkumur setelah menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan. Untuk anak-anak dengan celah yang besar atau mereka yang tidak mahir menggunakan benang gigi, sikat interdental atau tempat benang gigi direkomendasikan untuk membersihkannya. Diet: Pilihlah makanan dengan kandungan gula yang rendah, seperti biji-bijian kasar, kenari, susu, jagung, kacang tanah, kacang hijau, apel, wortel, seledri, kubis, dan makanan lainnya. Jumlah gula yang sama tidak terlalu merusak gigi bila dimakan dalam sekali makan dibandingkan dalam beberapa porsi. Pemeriksaan mulut: Lakukan pemeriksaan mulut setidaknya setahun sekali. Hal ini penting untuk mencegah karies gigi karena Anda dapat mencari bantuan dari dokter gigi jika gigi Anda tidak sejajar dengan benar. Kebiasaan buruk yang harus diwaspadai 1. Menjilati lidah: Masalah yang paling umum terjadi pada anak-anak selama masa pergantian gigi adalah mereka sering menjilati gigi susu yang lepas atau gigi permanen yang baru tumbuh dengan lidah mereka, sehingga membentuk kebiasaan buruk meludah atau menjulurkan lidah. Lidah sering membuka dan menutup sebagian di antara gigi atas dan bawah, dan celah dapat muncul di antara gigi. 2. Menggigit bibir: Jika Anda sering menggigit bibir atas, hal ini dapat menyebabkan gigi depan Anda mundur dan rahang bawah Anda menonjol ke depan. Menggigit bibir bawah akan menyebabkan gigi depan bagian atas menonjol, rahang bawah surut, dan bibir atas menjadi tebal dan pendek, terbuka dan dengan gigi yang terbuka. 3. Mengunyah secara lateral: Anak-anak cenderung memiliki kebiasaan mengunyah secara lateral pada tahap akhir perkembangan gigi susu mereka, karena fungsi mengunyah yang normal pada salah satu sisi gigi terpengaruh oleh hilangnya gigi susu, sehingga mereka hanya dapat mengunyah pada sisi yang lain. Hal ini menyebabkan asimetri pada perkembangan sisi kiri dan kanan wajah, dan sisi yang tidak sering mengunyah lebih cenderung menumpuk karang gigi karena kurangnya makanan, yang mengakibatkan kerusakan gigi dan penyakit periodontal lainnya. 4 . Menggigit: Banyak anak suka mengunyah kuku atau menggigit sudut pakaian, manset, selimut, bantal, dan empeng, karena saat menggigit benda-benda tersebut biasanya tertuju pada bagian gigi tertentu, sehingga mudah membentuk maloklusi kecil yang terlokalisasi. 5, kebiasaan tidur yang buruk: beberapa anak terbiasa tidur dengan siku, telapak tangan, kepalan tangan, dll di bawah satu sisi wajah, atau suka sering menggunakan tangan untuk memegang satu sisi pipi, kebiasaan ini berdampak pada perkembangan normal rahang dan simetri wajah anak. 6. Flossing: Jika anak-anak membentuk kebiasaan flossing, celah di antara gigi mereka perlahan-lahan akan melebar dan makanan akan dengan mudah tertanam di celah tersebut. Selain itu, jika tusuk gigi yang digunakan untuk flossing tidak higienis, bakteri dapat masuk ke dalam gusi ketika selaput lendir rusak selama flossing, yang dapat menyebabkan infeksi.