Dua cara efektif untuk mengatasi “kecemasan berpisah” anak Anda

  Beberapa anak sudah duduk di Taman Kanak-kanak, tetapi masih menderita ‘kecemasan berpisah’. Bagaimana anak-anak usia ini bisa menjadi relatif mandiri? Bagaimana anak-anak dalam kelompok usia ini bisa relatif mandiri? Haruskah mereka diajarkan tentang sekolah dasar di tahun pertama TK?  Orang tua dan guru harus memainkan peran suportif dalam membantu anak-anak melewati masa khusus ini sesegera mungkin. Orang tua harus bertindak sebagai panutan dan tidak menggunakan teguran yang ekstrim, yang kontraproduktif.    Kecemasan perpisahan adalah reaksi emosional yang tidak menyenangkan yang disebabkan oleh perpisahan dari orang yang dicintai, seperti kecemasan, kegelisahan, kesedihan atau rasa sakit, untuk menunjukkan bahwa anak menolak untuk dipisahkan. Ada dua penyebab utama kecemasan akan perpisahan. Salah satunya adalah perubahan dramatis dalam lingkungan. Yang paling terkenal adalah periode yang terjadi ketika anak-anak mulai masuk taman kanak-kanak pada usia tiga tahun. Ketika anak-anak berpindah dari rumah ke taman kanak-kanak, mereka terpapar pada orang dewasa, anak-anak, dan ruang yang tidak mereka kenal, dan lingkungan mereka berubah secara dramatis, begitu pula rutinitas dan kebiasaan mereka. Ini adalah fenomena yang terjadi pada waktu tertentu dan dapat dihilangkan melalui kepercayaan yang secara bertahap dibangun antara guru pembibitan dan anak.  Kenyataannya, bukan hanya anak-anak yang lebih tua, tetapi sebagian besar anak kecil memiliki masalah ini. Praktek telah menunjukkan bahwa beberapa keluarga yang fokus pada pengembangan kemandirian anak-anak mereka secara umum memiliki periode penyesuaian yang lebih pendek terhadap lingkungan baru, lebih mudah beradaptasi dan jarang memiliki masalah emosional. Sebaliknya, anak-anak dalam keluarga di mana anak-anak dimanja dan dimanjakan dan semuanya diurus, membutuhkan periode penyesuaian yang lebih lama. Ini berarti bahwa kecemasan berpisah tidak berkurang seiring dengan bertambahnya usia anak. Seiring dengan bertambahnya usia anak, sifat implisit emosinya meningkat dan ia cenderung tidak mengekspresikan kecemasan akan perpisahan ini terlalu intens. Inilah sebabnya, mengapa tahun-tahun awal pendidikan sangat penting dalam meletakkan fondasi untuk pertumbuhan yang sehat, holistik dan harmonis seumur hidup.  Dua kiat untuk meredakan kecemasan: biarkan anak Anda mengekspresikan emosi pribadi & lebih banyak menyentuh anak Anda Bagi orang tua, komunikasi sebenarnya memainkan peran yang sangat penting pada tahap apa pun. Tentu saja, dengan anak-anak seusia ini, ada cara-cara khusus untuk berkomunikasi ketika emosi mereka tidak stabil. Yang terbaik bagi orang tua adalah tidak menegur anak mereka dengan keras, tidak menekan mereka secara kaku, apalagi memarahi mereka, tetapi menunggu mereka tenang dan memberi tahu mereka perilaku apa yang dapat diterima. Penting untuk disadari bahwa pendekatan yang tidak keren oleh orang tua tidak akan ada gunanya dalam mengendalikan suasana hati anak yang buruk dan hanya akan membuat anak lebih gugup, cemas atau bahkan rewel.  Orang tua juga didorong untuk menggunakan sentuhan fisik, yang dapat memiliki efek ‘membuat perbedaan’. Sentuhan fisik akan membantu menenangkan saraf gugup dan cemas anak.  Bahkan, Kementerian Pendidikan telah lama menjelaskan tentang pertanyaan apakah kelas TK yang lebih tua harus diperkenalkan dengan pengetahuan sekolah dasar terlebih dahulu atau tidak, memastikan bahwa tahun pertama sekolah dasar mengikuti ‘titik awal nol’. Anak-anak kecil memiliki struktur fisiologis dan cara berpikir yang berbeda dari orang dewasa. Cara berpikir mereka yang konkret dan visual memberi mereka cara belajar yang khusus. Pengalaman langsung, manipulasi, dan aktivitas bermain adalah cara utama mereka belajar.  Untuk anak-anak, cakupan pembelajaran sangat luas sehingga tidak bisa diukur dalam hal ‘belajar pengetahuan sekolah dasar atau tidak’. Mereka memiliki rasa ingin tahu dan keinginan bawaan untuk menjelajah. Seluruh dunia, seluruh alam, adalah objek pembelajaran mereka dan ada sesuatu untuk mereka pelajari. Kita orang dewasa cenderung mengabaikan pengetahuan ini dan tempat-tempat di mana pengetahuan ini dipelajari, meninggalkan anak-anak yang seharusnya tumbuh dengan bahagia dengan beban tekanan yang berat.