Apakah gula darah memengaruhi saraf otak?

Kontrol gula darah yang buruk secara kronis dapat berdampak pada saraf otak.
Diabetes Mellitus adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh kombinasi faktor lingkungan dan genetik, dan ditandai dengan gula darah yang tinggi. Kontrol glukosa darah yang buruk dalam jangka panjang dapat memengaruhi semua sistem tubuh dan menimbulkan komplikasi yang sesuai, termasuk otak dan saraf.
Sebagai contoh, kontrol glukosa darah yang buruk dalam jangka panjang dapat menyebabkan aterosklerosis serebral, dan pasien mengalami infark serebral, atau menyebabkan neuropati diabetik, yang menggairahkan korteks serebral dan mempengaruhi fungsi otak. Selain itu, jika pasien menggunakan metformin, insulin dan obat penurun glukosa lainnya yang digunakan secara tidak tepat, dapat menyebabkan hipoglikemia, keterbelakangan bicara, penglihatan kabur dan gejala saraf pusat lainnya.
Dianjurkan agar penderita diabetes mengikuti petunjuk dokter untuk mengatur pengobatan penurun glukosa, dan secara ketat membatasi diet dan olahraga untuk mengontrol glukosa darah dalam kisaran normal dan menunda perkembangan komplikasi. Pada saat yang sama, pemantauan nilai glukosa darah secara teratur, jika ada ketidaknyamanan pada waktu yang tepat untuk mencari perhatian medis.