Dengan meluasnya penggunaan komputer dan telepon seluler, gaya hidup sehari-hari masyarakat telah banyak berubah. Banyak pekerja kantoran yang menderita nyeri leher dan bahu, pusing, sakit kepala, mati rasa di lengan dan ketidaknyamanan lainnya. “Spondylosis serviks” yang sudah dikenal telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Sebagian orang mengalami nyeri leher dan gerakan yang terbatas (ketidakmampuan untuk menoleh), yang lain mengalami sakit kepala dan beberapa bahkan mengalami pusing dan muntah. Jadi, jika Anda mengalami nyeri leher dan bahu, atau telah didiagnosis oleh dokter sebagai penderita “spondilosis servikal”, bagaimana Anda mengobatinya? Penyebab spondilosis serviks beragam dan kondisi setiap pasien berbeda, sehingga diperlukan perawatan yang komprehensif, dengan mempertimbangkan situasi masing-masing pasien. (1) Terapi postur: Terjadinya spondilosis serviks sebagian besar terkait dengan postur tubuh. Beberapa pasien menggunakan komputer dan ponsel untuk jangka waktu yang lama, atau mempertahankan postur tubuh yang rendah dan memanjangkan kepala, sehingga menghasilkan garis gaya yang buruk pada tulang belakang leher, yang menyebabkan ketegangan pada otot dan fasia, yang pada gilirannya menyebabkan osteofit. Untuk pasien-pasien ini, perlu secara aktif memperbaiki postur tubuh yang buruk dan melakukan pelatihan postur tubuh yang benar sehingga tulang belakang leher berada dalam garis kekuatan yang lebih baik, sehingga kekuatan otot-otot di sekitar tulang belakang leher seimbang dan kekuatan pada sendi didistribusikan secara merata untuk menghindari ketegangan otot lokal yang berlebihan. (2) Fisioterapi: Banyak pasien yang akrab dengan fisioterapi dan tahu bahwa traksi dan elektroterapi dapat dilakukan untuk spondilosis servikal. Terapi traksi dapat meredakan kejang otot, dan terapi listrik berdenyut frekuensi sedang dan terapi listrik berdenyut frekuensi rendah dapat mengendurkan otot, dan semua perawatan ini dapat memperbaiki gejala pasien. (3) Terapi manipulatif: Terapi manipulatif dalam perawatan rehabilitasi didasarkan pada pengetahuan modern tentang anatomi, biomekanika, miokinetika, dan disiplin ilmu terkait lainnya untuk menangani gejala nyeri dan gerakan terbatas pada pasien, serta untuk mengoreksi pola gerakan yang abnormal, yang berbeda dari apa yang dipahami pasien sebagai “terapi pijat”. Untuk pasien dengan nyeri leher dan bahu, manipulasi dapat memperbaiki rasa sakit, gerakan kepala dan leher, serta gejala lainnya; manipulasi juga dapat membantu pasien dengan pelatihan yang tepat. (4) Terapi latihan: Penderita spondilosis servikal juga harus menjalani terapi latihan, yang meliputi latihan postur tubuh, latihan stabilitas, latihan kekuatan otot dan sebagainya. Beberapa latihan sederhana dijelaskan di bawah ini, tetapi kondisi setiap pasien berbeda dan diperlukan saran medis. Latihan rentang gerak tulang belakang leher: Duduk atau berdiri, rilekskan leher, lenturkan, rentangkan, lenturkan dan putar leher ke depan dan ke samping, dan ulangi setiap arah sebanyak 5 kali. Ini bisa diulangi setiap 30 menit. (ii) Latihan kontraksi isometrik: Duduk atau berdiri, rilekskan leher, berikan resistensi ke depan, ke belakang, ke kiri dan ke kanan dengan tangan, jaga agar leher tetap dalam posisi netral, tahan selama 5 detik lalu rileks, ulangi 3-5 kali. (iii) Latihan kelompok fleksor leher: dalam posisi duduk atau berdiri, selipkan rahang ke belakang dan rasakan otot-otot di bagian belakang kepala diregangkan, tahan selama 5 detik dan ulangi 3-5 kali. Untuk pasien dengan nyeri leher dan bahu, hasil yang baik hanya dapat dicapai melalui perawatan rehabilitasi yang komprehensif, yang disesuaikan dengan masing-masing pasien.