Gambaran umum.
Pneumosistosis usus (PCI), juga dikenal sebagai pneumatosis usus kistik, sindrom Duvernoy, emfisema usus, pneumosista perut, dan pneumatosis limfosistik kistik, atau jika terjadi secara eksklusif pada usus besar, pneumatosis usus kistik (CIP), merupakan kelainan saluran cerna yang sangat jarang terjadi. Pneumosistosis usus ditandai dengan adanya beberapa kista tiup di bawah submukosa dan/atau membran plasma dinding usus, yang mungkin dikelilingi oleh peradangan dan fibrosis. Kondisi ini sering kali merupakan kondisi sekunder akibat penyakit paru-paru kronis, obstruksi pilorus, obstruksi usus, dll. Beberapa pasien tidak memiliki patologi primer yang dapat ditemukan, dan manifestasi klinis pasien cukup bervariasi, terkadang disebabkan oleh distensi abdomen dan rasa sakit serta perawatan medis darurat.
Etiologi
Penyebab kista gas tidak jelas, gas usus dalam lumen di bawah tekanan yang meningkat, dari ulkus atau ulserasi di sepanjang celah jaringan ke dalam dinding usus, basil penghasil gas dengan toksisitas rendah dari mukosa usus ke dalam pembuluh limfatik, reproduksi gas membentuk kista gas. Tampilan kista seperti polip atau limfangioma, bagiannya seperti sarang lebah, terdapat jaringan ikat di sekitar kista, dan kista tidak terhubung ke lumen usus.
Gejala
Gejala klinisnya ringan dan dapat berupa nyeri perut bagian bawah, tinja berlendir lunak, diare dan mungkin berbuih. Kista ini dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna, obstruksi usus, torsio usus dan pneumomediastinum.
Pemeriksaan
1. Tanda-tanda langsung sinar-X meliputi tanda marginal ganda di sepanjang dinding usus atau pita gas di sepanjang sumbu panjang tabung usus atau bayangan akumulasi gas bundar terbatas yang tersusun secara tersebar.
2. Setelah diisi dengan barium, mungkin terdapat area tembus pandang kistik dengan berbagai ukuran di tepi dinding usus atau di dalam lumen. Tanda-tanda tidak langsung dapat berupa pneumoperitoneum, emfisema mediastinum, dan usus halus atau usus besar.
3. Fibreoptic enteroscopy dapat menunjukkan massa jaringan lunak polipoid berwarna biru muda yang menonjol ke dalam lumen, dan biopsi dapat menunjukkan kelelahan dan kolapsnya kista.
Diagnosis
Berdasarkan manifestasi klinis, pemeriksaan sinar-X, enteroskopi serat optik dan biopsi dapat membantu dalam diagnosis.
Pengobatan
Untuk mengobati penyakit yang dimaksud, terapi oksigen hiperbarik dapat digunakan. Reseksi bedah dapat dilakukan pada pasien yang parah atau mereka yang mengalami komplikasi serius.
Prognosis
Penyakit ini cenderung kambuh.
Pencegahan
Hindari peningkatan tekanan perut.