Astigmatisme pada bayi dapat disebabkan oleh perkembangan kelengkungan kornea yang tidak merata sejak lahir, trauma kornea, dan penyakit mata.
1. Perkembangan kelengkungan kornea kongenital yang tidak merata: biasanya disebabkan oleh perkembangan bentuk kornea yang buruk selama perkembangan embrio, sehingga mengakibatkan bentuk kornea yang tidak halus dan mulus, dengan beberapa area yang tinggi dan beberapa area yang rendah, sehingga membentuk bentuk yang tidak merata, yang dapat menyebabkan astigmatisme.
2. Trauma kornea: Jika bayi secara tidak sengaja mengalami trauma kornea, kemungkinan besar akan menyebabkan perubahan kelengkungan kornea, yang mengakibatkan astigmatisme. Hal ini juga dapat disebabkan oleh jaringan parut yang terjadi setelah luka sembuh pada lapisan stroma yang lebih dalam, yang dapat menyebabkan astigmatisma memburuk.
3. Penyakit mata: Jika bayi menderita penyakit mata seperti keratitis dan ulkus kornea, hal ini dapat menyebabkan astigmatisme kornea, yang dapat menyebabkan terbentuknya mata silindris pada bayi.
Jika bayi mengalami astigmatisme, yang menyebabkan penglihatan tidak normal dan ketidaknyamanan lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan guna mengklarifikasi penyebabnya, dan kemudian intervensi yang tepat akan diberikan jika diperlukan.