Ulserasi dan perdarahan serviks dapat dipertimbangkan dengan pemeriksaan ginekologi, sitologi apus serviks, tes human papillomavirus, dan kolposkopi.
1. Pemeriksaan ginekologi: Tujuan utamanya adalah untuk memeriksa penampilan, ukuran, tekstur dan ketebalan saluran serviks untuk mengetahui adanya perdarahan kontak serta organisme yang berlebihan.
2. Sitologi apus serviks: dapat membantu menyaring adanya lesi prakanker serviks dan kanker serviks.
3. Tes Human Papilloma Virus (HPV): Tes ini dapat membantu memeriksa keberadaan virus penyebab lesi serviks dan memandu pengobatan.
4. Kolposkopi: Dapat secara langsung mengamati perubahan pada epitel dan pembuluh darah serviks, sehingga dapat mengamati lesi kecil yang tidak terlihat dengan mata telanjang dan menempatkan biopsi di area yang mencurigakan. Pemeriksaan ini juga dapat menentukan tingkat keparahan lesi.
Ketika terjadi tukak dan pendarahan serviks, sebaiknya hindari mengobatinya dengan obat sendiri, dan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, ikuti petunjuk dokter untuk melakukan pemeriksaan yang relevan, mengklarifikasi penyebabnya dengan bantuan dokter dan melakukan pengobatan atau terapi yang ditargetkan, sehingga dapat menghindari penundaan kondisi dan menimbulkan konsekuensi yang serius.