Sering sakit perut dan sering buang air besar dapat disebabkan oleh sindrom iritasi usus besar, kolitis kronis, kanker usus besar, dan penyakit lainnya. 1. Irritable Bowel Syndrome (IBS): Penelitian telah menunjukkan bahwa penyakit ini merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor, seperti hipersensitivitas viseral, dinamika pencernaan yang tidak normal, infeksi usus, ketidakseimbangan mikro-ekologi usus, dan kelainan neurologis, dll. Gejala yang umum terjadi adalah nyeri perut, diare, dan beberapa pasien mungkin juga sering buang air besar. Gejala yang umum terjadi adalah sakit perut, diare, dan konstipasi pada beberapa pasien. 2. Kolitis kronis: penyebab langsung penyakit ini tidak jelas, mungkin terkait dengan genetika, disfungsi kekebalan usus, pola makan yang tidak tepat, ketegangan mental dan psikologis, serta faktor lainnya. Pasien akan mengalami gejala seperti sering sakit perut dan sering buang air besar. Tinja cenderung memiliki lendir yang lebih banyak dan juga dapat disertai nanah dan darah. 3. Kanker usus besar: Secara umum diyakini bahwa penyakit ini berevolusi dari polip adenomatosa, polip vili dan polip tumor lainnya, yang terkait dengan faktor keturunan, usia, karsinogen kimiawi, merokok, obesitas dan faktor lainnya. Kanker usus besar, terutama kanker usus besar bagian kiri akan memiliki gejala yang lebih jelas yaitu iritasi usus yang bermanifestasi sebagai rasa mendesak dan berat, sering buang air besar, sakit perut, diare dan kembung. Selain itu, secara klinis, kita juga perlu mempertimbangkan bahwa hal ini disebabkan oleh dispepsia fungsional, intoleransi laktosa dan penyakit lainnya. Dianjurkan agar pasien yang sering sakit perut dan sering buang air besar pergi ke rumah sakit, melakukan pemeriksaan yang relevan, dan mengidentifikasi penyebab spesifiknya.