Stimulasi listrik saraf vagus dikenal sebagai operasi VNS VNS digunakan untuk mengobati pasien dengan epilepsi yang tidak dapat diatasi, dan berdasarkan statistik tahun 2015, lebih dari 100.000 pasien di seluruh dunia telah menggunakan pengobatan baru ini. Karena terapi VNS tidak memerlukan kraniotomi, bahkan jika lesi epileptogenik yang pasti tidak dapat dideteksi dengan pencitraan, dan karena tidak memerlukan kraniotomi, tetapi hanya pembedahan di bawah kulit leher dan dada, maka prosedur ini tidak terlalu invasif dan berisiko, sehingga memberikan harapan baru bagi pasien dan dokter. Yang lebih menggembirakan lagi adalah kenyataan bahwa stimulasi saraf vagus tidak hanya mampu mengendalikan kejang, tetapi juga menyelamatkan kecerdasan pasien. Banyak pasien dengan ensefalopati epilepsi mengalami kemunduran mental, dan VNS menawarkan perlindungan maksimal terhadap kecerdasan pasien. efektivitas VNS meningkat seiring dengan lamanya pengobatan. VNS adalah prosedur invasif minimal, berbeda dengan kraniotomi tradisional untuk lesi epilepsi. Langkah pertama dalam prosedur ini adalah menanamkan satu set perangkat elektronik di bawah kulit: elektroda spiral ditempatkan di permukaan saraf vagus di sisi kiri leher, kemudian generator denyut nadi stimulasi listrik ditanamkan di bawah kulit di dada, dan keduanya dihubungkan dengan kabel fleksibel. Setelah seminggu, sayatan bedah telah sembuh. Bagian kedua yang lebih penting dimulai: mengatur parameter stimulasi dan menyalakan stimulasi listrik. Dengan menggunakan perangkat kendali jarak jauh magnetik, dokter bedah mengatur intensitas arus keluaran dan frekuensi stimulator di dalam tubuh pasien, melalui pakaian pasien, untuk mendapatkan kontrol kejang yang paling memuaskan. Karena VNS merupakan prosedur invasif minimal dengan sedikit efek samping yang signifikan, VNS merupakan pengobatan bedah pilihan untuk epilepsi di negara maju seperti Amerika Serikat. Pasien seperti apa yang cocok untuk VNS? 1. Pasien berusia 18 bulan-69 tahun dengan epilepsi resisten obat yang belum terkontrol setelah 1-2 tahun pengobatan kombinasi sesuai standar nasional. 2. Epilepsi refrakter yang tidak dapat menerima atau cocok untuk operasi pengangkatan lesi intrakranial. 3. Pasien yang gagal menjalani perawatan bedah dan tidak ada perawatan khusus yang tersedia. Pembedahan stimulasi listrik saraf vagus adalah pengobatan bedah lain untuk epilepsi yang tidak tahan terhadap obat dan dapat dicoba jika pasien epilepsi tidak tertangani dengan baik. Diperlukan penilaian profesional rutin oleh dokter untuk menentukan apakah penanganan ini sesuai.