Apakah obesitas berhubungan dengan perkembangan kanker esofagus?

Obesitas telah terlibat dalam banyak penyakit, termasuk kanker esofagus. Mari kita lihat dua studi yang relevan.

Studi pertama.

Dr David Whiteman, dari Rumah Sakit Brisbane di Australia, mengikutsertakan 800 orang dengan kanker esofagus dan 1.580 orang dewasa yang sehat dalam studinya.

Hasil penelitian menemukan bahwa prevalensi kanker esofagus enam kali lebih tinggi pada orang yang kelebihan berat badan (BMI minimal 40) dan dua kali lebih tinggi pada mereka yang mengalami obesitas (BMI 30 atau lebih) dibandingkan dengan mereka yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) normal.

Risiko tertinggi kanker esofagus ditemukan pada orang yang kelebihan berat badan dengan riwayat penyakit refluks gastroesofagus (GERD).

Hubungan antara obesitas dan kanker esofagus lebih tinggi pada pria daripada wanita, dan obesitas lebih banyak menyerang orang di bawah usia 50 tahun.

Namun, penelitian ini tidak mengkonfirmasi bahwa obesitas secara langsung menyebabkan kanker esofagus.

Studi kedua.

Timothy L. Fitzgerald, kepala onkologi bedah di Lacks Cancer Centre di Grand Rapids, AS, mengatakan bahwa peningkatan dramatis dalam insiden kanker esofagus (terutama adenokarsinoma) di AS telah bertepatan dengan peningkatan tingkat obesitas.

Fitzgerald dan rekan-rekannya mempelajari lebih dari 7.300 kasus kanker esofagus di Michigan Tumour Registry antara tahun 1986 dan 2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan insiden kanker esofagus di Amerika Serikat meningkat setiap tahun, tetapi tingkat insiden di antara wanita Afrika-Amerika sedikit menurun.

Para peneliti kemudian melihat indeks massa tubuh (BMI) dari populasi lokal selama periode yang sama dan menemukan tren kenaikan BMI yang serupa.

William J. Blot, seorang ahli epidemiologi kanker di Fakultas Kedokteran Universitas Vanderbilt, berkomentar bahwa menghindari obesitas dapat mengurangi risiko terkena kanker esofagus.

Studi ketiga.

Studi ini, berdasarkan data dari lebih dari 400.000 orang, dipimpin oleh Patrick Okolo, direktur gastroenterologi di Lenox Hill Hospital di New York City, dan makalah terkait diterbitkan dalam British Journal of Cancer.

Studi ini menunjukkan bahwa orang yang kelebihan berat badan pada usia 20-an memiliki risiko 60-80% lebih tinggi terkena kanker esofagus dan lambung dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal.

Orang yang berat badannya naik lebih dari 18kg pada usia 50 tahun melipatgandakan risiko terkena kanker esofagus dan memiliki risiko terkena kanker perut yang sedikit meningkat.

Studi ini juga menemukan bahwa orang yang mengalami obesitas pada usia 20 dan 50 tahun memiliki risiko tiga kali lipat atau lebih besar terkena kanker esofagus dan perut. Ini berarti bahwa seseorang yang kelebihan berat badan pada usia 20-an dan terus mengalami obesitas di kemudian hari, berisiko lebih tinggi terkena kanker esofagus dan lambung.

Namun, penelitian ini tidak membuktikan bahwa kenaikan berat badan menyebabkan kanker esofagus atau perut, tetapi hanya menunjukkan hubungan antara keduanya.

Dari kedua penelitian ini, jelas bahwa obesitas sangat terkait dengan perkembangan kanker esofagus dan bahwa pengendalian berat badan dapat membantu mencegah kanker ini.