Bagaimana cara melatih fungsi jari untuk perkembangan mental?

Sering dikatakan, “Ketangkasan tangan dan pikiran.” Ketangkasan tangan dan kesadaran mengacu pada hubungan yang erat antara tangan manusia dan otak. Hal ini karena bagian tubuh manusia yang berbeda-beda menempati area motorik yang sesuai dalam korteks serebral, yang ukurannya tidak ditentukan oleh ukuran bagian tubuh, tetapi terkait dengan kerumitan fungsi bagian tersebut. Contohnya, meskipun ibu jari berukuran kecil, namun menempati hampir 10 kali lebih banyak “wilayah” dalam korteks serebral daripada paha. Semakin banyak jari-jari bergerak dan semakin rumit gerakannya, semakin banyak korteks serebral yang terstimulasi dan dengan demikian pikiran menjadi lebih aktif. Semakin banyak otak dirangsang, semakin banyak otak mengatur ketangkasan dan koordinasi jari-jari. Keduanya dikembangkan dengan cara yang saling melengkapi, sehingga berkontribusi pada perkembangan kecerdasan. Pada masa bayi, gerakan tangan merupakan bagian integral dari aktivitas seluruh tubuh. Gerakan tangan bayi muncul sebelum perkembangan bahasa. Oleh karena itu, diyakini bahwa tangan bayi ‘berbicara’ sebelum mulut. Gerakan tangan mengekspresikan perubahan yang paling halus dalam pikiran bayi dan merupakan organ penting untuk kontak, persepsi, dan pemahaman tentang dunia. Pijatlah tangan bayi Anda setiap hari, mulai dari ujung jari hingga pergelangan tangan, lalu dengan lembut bantu setiap jari untuk melenturkan dan memanjang, karena olahraga teratur mendorong pematangan otak. Bulan 3-4 Pada usia ini, bayi akan memasukkan apa pun yang mereka pegang ke dalam mulut dan menjilatnya dengan lidah. Ini adalah aktivitas kognitif bayi yang paling sederhana. Orang tua dapat melatih anak untuk menyentuh secara aktif dengan menyentuh tangan kecil bayi dengan mainan untuk menarik perhatiannya. Anda juga dapat menggantungkan mainan berwarna cerah 30-40 cm di atas dada bayi, sehingga ia dapat meraih dan menyentuhnya sendiri. Bulan 5-6 Rentang gerakan tangan bayi dan rentang penglihatannya secara bertahap selaras, gerakan tangan-mata secara bertahap terkoordinasi dan ibu jari serta keempat jari lainnya dapat dipisahkan saat menggenggam benda. Pada masa ini, selain melatih bayi untuk menggenggam mainan yang digantung dengan tangannya sambil berbaring telentang, orang tua juga dapat meletakkan bayi telentang dengan beberapa mainan di depannya untuk diambil dengan tangannya; atau gendong bayi di depan meja dan biarkan ia meraih mainan di atas meja untuk berlatih menggenggam, mengguncang-guncang, dan memukul-mukul. Bulan 7-8 Pada saat ini, bayi dapat menggunakan kelima jarinya untuk memanipulasi objek dan mempelajari keterampilan manipulatif manusia yang pertama. Ini adalah waktu di mana orang tua dapat melatih bayi untuk bertepuk tangan sebagai ucapan selamat datang, berjabat tangan untuk menyapa, melambaikan tangan, dan mengulurkan tangan untuk memeluk. Bayi juga dapat diajarkan untuk meremas benda-benda kecil dengan jari-jarinya. Bulan 9-10 Pada saat ini, tangan dan mata bayi sudah dapat bekerja sama dan ia suka memindahkan benda-benda keluar masuk secara berulang-ulang. Ini adalah waktu di mana orang tua dapat mengajari bayi mereka mengupas kertas permen, memegang biskuit, memanipulasi balok, dan membuka bungkusan kertas untuk mengambil mainan untuk meningkatkan persepsi mereka tentang berbagai hal. Bulan 11-12 Ketangkasan jari-jari bayi meningkat dan cara mereka meremas sesuatu berkembang dari ‘tipe penjepit’ menjadi ‘tipe penjepit’. Ini adalah waktu di mana orang tua dapat melatih bayi mereka untuk membangun balok, bermain drum, membunyikan lonceng, dan bermain dengan mainan binatang dan mainan bermotor. Dalam dua tahun antara usia 1 dan 3 tahun, jari-jari anak menjadi lebih aktif dan mereka dapat belajar melempar, memegang, mencengkeram, dan menarik dengan bantuan mainan dan peralatan, serta memegang pena dan menggambar, melipat kertas, dan bermain piano. Dalam kehidupan sehari-hari, orang tua dapat secara sadar melatih anak-anak mereka untuk minum dari cangkir, makan dengan sendok, memakai dan melepas sepatu, mengancingkan baju, mencuci tangan dan wajah, dll., sehingga mereka dapat menjadi terampil dalam gerakan jari mereka. Orang tua tidak perlu takut bahwa anak-anak mereka akan terlalu muda untuk menderita dan melakukan segala sesuatu untuk mereka, karena hal ini pasti akan menghilangkan kesempatan mereka untuk melatih jari-jari mereka, yang mengakibatkan perkembangan gerakan jari yang lambat, yang tidak kondusif untuk kesehatan kunci fisik dan mental. Orang tua harus memanfaatkan berbagai metode latihan dan menyediakan berbagai mainan atau benda agar anak-anak mereka dapat melatih aktivitas jari mereka sesuka hati. Hal ini akan meningkatkan fungsi jari dan membuatnya semakin cekatan, sehingga mendorong peningkatan kecerdasan.