Ketika konsep integrasi informasi pusat disebutkan, orang pertama yang terlintas dalam pikiran adalah orang yang mengidap autisme, karena integrasi informasi pusat yang buruk adalah salah satu manifestasi klinis khas dari orang tersebut. Misalnya, ketika seseorang melihat gambar dengan awan putih, banyak rumput, dan air, dia dapat dengan cepat mengetahui bahwa itu adalah gambar pemandangan. Namun, anak-anak dengan autisme memiliki defisit di bidang ini, sering kali terlalu fokus pada detail gambar dan mengabaikan keseluruhan gambar.
Seiring dengan perkembangan penyakit Alzheimer, fungsi kognitif memburuk, kemampuan untuk memahami lingkungan menurun, dan kosakata yang digunakan dalam percakapan sehari-hari menurun. Apakah mereka memiliki masalah yang sama dengan anak-anak dengan autisme?
Pasien Alzheimer juga memiliki kemampuan bahasa yang terbatas ketika menceritakan cerita, dan kata benda mereka lebih sedikit digunakan dan kata ganti lebih banyak digunakan. Ini berarti bahwa pasien Alzheimer memiliki integrasi informasi sentral yang buruk dan dunia dipandang sebagai objek konkret, tetapi mereka tidak dapat mengenali bagaimana objek-objek ini terhubung dengan lingkungan mereka.