Bagaimana mencegah demensia

  Penyakit Alzheimer adalah ensefalopati degeneratif primer yang terjadi pada usia tua dan usia pra-geriatri. Pasien menderita gangguan dalam ingatan, pemikiran, penilaian analitis, pengenalan visual-spasial, suasana hati, dan keterampilan hidup, yang memengaruhi kualitas hidup dan umur panjang mereka. Pencegahan penyakit Alzheimer terutama mencakup aspek-aspek berikut ini: i. Diet seimbang: Aktivitas sel-sel saraf di otak membutuhkan protein, kalori, lesitin, kolin, vitamin dan elemen jejak yang cukup, dll. Selain itu, perhatian juga harus diberikan untuk melengkapi berbagai elemen nutrisi yang diperlukan. Orang yang lebih tua dapat makan kenari, kemiri dan buah-buahan kering lainnya, lebih banyak sayuran, sereal dan kacang-kacangan, lebih banyak ikan laut dan kerang-kerangan berair, membatasi asupan daging merah, dan menggunakan minyak zaitun sebagai pengganti mentega.  Lansia harus secara aktif menggunakan otak mereka untuk mencegah penurunan otak, seperti bermain board game, membaca, atau mengutarakan pikiran mereka saat menonton TV atau membaca, yang semuanya dapat mencapai tujuan aktivitas otak.  Ketiga, mempertahankan kegiatan sosial yang baik: setelah memasuki usia tua, banyak lansia yang memiliki rasa kesepian, bahkan ada yang menutup pintu dan benar-benar terisolasi dari dunia luar, yang akan mempercepat penurunan fungsi otak. Oleh karena itu, para lansia harus aktif keluar rumah dan menikmati alam; aktif berpartisipasi dalam berbagai bentuk kegiatan sosial, menghadiri pesta, dan berkomunikasi dengan orang lain untuk mendiskusikan masalah, yang juga dapat memperlambat penurunan fungsi otak.  4. Olahraga ringan: Olahraga ringan dapat memastikan kebugaran fisik dan meningkatkan kekebalan tubuh. Bagi lansia, melakukan beberapa kerajinan tangan yang rumit dan halus sering kali akan meningkatkan aktivitas otak, seperti memasak, menulis buku harian, bermain alat musik dan melukis, dll. memiliki efek mencegah demensia. Namun demikian, olahraga harus moderat untuk menghindari jatuh.  Kelima, mempertahankan kondisi pikiran yang baik: orang lanjut usia sering harus menghadapi pengalaman pensiun, kematian seorang teman, dll. Penting untuk menyesuaikan kondisi pikiran seseorang dan menghindari terlalu negatif dan menghela napas, dan hidup dalam suasana hati yang ceria.  Singkatnya, demensia adalah penyakit yang menyerang orang lanjut usia, tetapi pola makan yang masuk akal, olahraga otak, interaksi sosial yang normal, olahraga ringan dan sikap yang baik dapat mengurangi risiko demensia. Karena penyakit Alzheimer berbahaya, maka deteksi dan pencegahan dini adalah hal yang paling penting untuk dilakukan.