Nyeri tulang belakang leher pada remaja biasanya berhubungan dengan trauma kepala dan leher, spondilosis serviks, herniasi diskus serviks, dll. Nyeri tulang belakang leher harus diobati secara tepat sesuai dengan penyebabnya. 1. Trauma kepala dan leher: Ketika kepala dan leher mengalami trauma, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit pada tulang belakang leher dan bahu, yang mempengaruhi aktivitas normal, dan harus segera ditangani. Jika cedera tidak serius, obat antiinflamasi nonsteroid oral, seperti ibuprofen dan celecoxib, dapat diminum sesuai resep dokter. 2. Spondilosis serviks: Jika saat ini dalam tahap akut dan rasa sakitnya relatif kuat, ibuprofen oral dan celecoxib direkomendasikan untuk meredakan nyeri. Jika terdapat kejang otot yang menyebabkan tekanan pada saraf, maka dapat diatasi dengan terapi traksi. 3. Herniasi diskus servikalis: bila terjadi penekanan pada akar saraf, dapat dilakukan terapi fisik, seperti terapi traksi, fisioterapi inframerah, fisioterapi gelombang mikro. Remaja dengan nyeri serviks perlu mengurangi jumlah aktivitas, jika perlu, harus direm untuk beristirahat. Tidur di malam hari juga harus memperhatikan postur tidur, perawatan khusus harus di bawah bimbingan perawatan dokter profesional, bukan penggunaan obat-obatan yang tidak sah.