Jangan anggap enteng mendengkur!

  Zhang suka mendengkur saat tidur, yang diketahui oleh keluarga dan teman-temannya, namun tidak dianggap serius. Ketika dia tertidur, dia mulai mendengkur dan suara dengkurannya dapat mengganggu putrinya di kamar tidur sebelah. Zhang mendengkur terputus-putus dan terkadang ia terbangun dalam tidurnya karena menahan napas. Kemudian, Zhang pergi ke rumah sakit ditemani oleh keluarganya untuk melakukan pemeriksaan, hanya untuk mengetahui bahwa ia menderita “sindrom apnea tidur”.  Efek sindrom apnea tidur pada tubuh sangat signifikan.  Manifestasi klinis (1) Mendengkur, yang berbeda dengan mendengkur biasa karena keras, sangat keras, tidak teratur dan terputus-putus; (2) Mengantuk di siang hari, dengan pasien menunjukkan kelemahan di siang hari atau kantuk; (3) Apnea saat tidur, dengan kasus yang lebih parah sering mengalami napas tertahan di malam hari, atau bahkan tiba-tiba duduk, berkeringat deras dan merasa hampir mati; (4) Perubahan kepribadian dan komplikasi sistemik lainnya, termasuk mudah tersinggung (4) perubahan kepribadian dan komplikasi sistemik lainnya, termasuk iritabilitas, kehilangan kecerdasan dan ingatan, dan disfungsi seksual, dan pada kasus yang parah, hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes melitus dan penyakit serebrovaskular; (5) peningkatan buang air kecil di malam hari dan, dalam beberapa kasus, enuresis; (6) sakit kepala dan, karena kekurangan oksigen, sakit kepala di pagi hari.  Sindrom apnea tidur adalah pembunuh kesehatan manusia, dan tingkat kematian yang terkait dengan sindrom apnea tidur tinggi, sehingga pasien harus menangani penyakit ini dengan serius.