Wanita China yang mengkonsumsi diet tradisional yang kaya akan nasi putih olahan dan makanan bertepung lainnya yang merangsang lonjakan gula darah tampaknya tidak berada pada peningkatan risiko kanker usus besar, menurut sebuah studi baru. Temuan ini, yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, menambah data tentang apakah makanan dengan ‘indeks glikemik’ tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar. Dalam studi tersebut, para peneliti mengikuti 73.000 wanita Cina paruh baya dan lebih tua selama lebih dari 10 tahun untuk memeriksa hubungan antara kebiasaan diet dan risiko kanker usus besar. Subjek penelitian adalah semua wanita bebas kanker berusia 40-70 tahun pada awal penelitian dan menyelesaikan kuesioner diet yang terperinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 475 wanita didiagnosis menderita kanker usus besar atau rektum selama 10 tahun penelitian. Para peneliti membagi subjek ke dalam lima kelompok berdasarkan beban glikemik makanan dan tidak menemukan bukti adanya peningkatan risiko kanker kolorektal pada wanita yang terkait dengan beban gula. Demikian pula, tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi beras dan kanker kolorektal. Para peneliti mencatat bahwa, bagaimanapun, studi lebih lanjut harus dilakukan, termasuk studi tentang pria, karbohidrat lain dan faktor lainnya.