Bagaimana mengenali depresi

  Depresi dicirikan oleh suasana hati yang tertekan, pemikiran yang melambat dan perilaku kemauan yang berkurang. Jika sekurang-kurangnya empat dari gejala berikut ini muncul selama periode ini, dan jika gejala-gejala ini bertahan selama lebih dari dua minggu, maka dianjurkan untuk melakukan perawatan medis.  1. Derajat depresi bervariasi dan dapat berkisar dari keadaan pikiran yang ringan hingga kesedihan, pesimisme dan keputusasaan. Penderita merasa berat, tidak tertarik, tidak bahagia, tertekan, dan tidak mampu mengatasi rasa sakit. Sebagian pasien mungkin juga mengalami kecemasan, agitasi, kegugupan dan rasa putus asa.  2. Kehilangan minat adalah salah satu gejala umum pasien depresi. Hilangnya antusiasme dan kesenangan dalam kehidupan dan pekerjaan, dan kurangnya minat pada apa pun. Pasien tidak mengalami kegembiraan keluarga, tidak peduli dengan hobi masa lalu, sering tinggal sendirian di balik pintu tertutup, menjauhkan diri dari teman dan keluarga, dan menghindari interaksi sosial. Pasien sering mengeluh “tidak ada perasaan”, “mati rasa emosional”, “tidak ada kegembiraan” dan rasa tidak tertarik.  3. Kehilangan energi, kelelahan dan kelemahan, kesulitan dalam mencuci, berpakaian, dan tugas-tugas kecil kehidupan lainnya, dan ketidakmampuan untuk mengatasinya. Pasien sering menggambarkan situasi mereka sebagai “gangguan saraf” atau “bola yang kempes”.  4. Rendah diri: Pasien cenderung mengevaluasi kemampuan mereka sendiri secara berlebihan dan memandang masa kini, masa lalu dan masa depan mereka dengan cara yang kritis, negatif dan menyangkal, menggambarkan diri mereka sebagai orang yang tidak berguna dan dengan masa depan yang kelam. Rasa menyalahkan diri sendiri yang intens, rasa bersalah, dan, dalam kasus yang parah, rasa bersalah pada diri sendiri, perasaan tidak berguna, tidak berharga, dan tidak berdaya dapat terjadi.  5.Pasien berada dalam keadaan depresi umum yang signifikan, persisten, dengan kesulitan berkonsentrasi, kehilangan ingatan, otak tumpul, pikiran tertutup dan kelambatan tindakan, tetapi beberapa pasien menunjukkan kegelisahan, kecemasan, kegugupan dan agitasi.  6. Pesimisme negatif: rasa sakit batin yang luar biasa, pesimisme dan keputusasaan, merasa bahwa hidup ini adalah beban dan tidak layak untuk dijalani, mencari kelegaan dengan kematian, yang dapat mengarah pada pikiran dan perilaku bunuh diri yang kuat.  7. Gejala somatik atau biologis: Pasien depresi sering kali memiliki gejala biologis seperti kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, gangguan tidur, fungsi seksual yang rendah, dan fluktuasi suasana hati pada malam hari, yang sangat umum terjadi tetapi tidak terjadi pada setiap kasus.  9. Penurunan fungsi seksual: Pada awal perjalanan penyakit, libido yang berkurang mungkin muncul, pria mungkin menjadi impoten, dan wanita mungkin mengalami kehilangan sensualitas.  10. Gangguan tidur: Gangguan tidur yang khas adalah terbangun lebih awal, 2 hingga 3 jam lebih awal dari biasanya, tidak bisa tidur kembali setelah bangun tidur dan jatuh ke dalam suasana kesedihan.  11. Variasi diurnal: Keadaan pikiran pasien bervariasi dari berat di siang hari hingga ringan di malam hari. Pada pagi hari atau pagi hari, pasien jatuh ke dalam keadaan pikiran yang rendah, dan pada sore atau malam hari, ia berangsur-angsur membaik dan mampu melakukan percakapan singkat dan makan. Insiden variasi diurnal kira-kira 50%.