Apa penyebab depresi geriatri?

  Ketika orang mencapai usia tua, dikatakan sebagai hal yang paling membahagiakan memiliki anak dan cucu di sekitar mereka. Namun, seperti yang kita semua ketahui, banyak orang lanjut usia yang kini kesepian di rumah dan sering kali rentan terhadap perasaan tertekan dan sedih, dan bahkan menderita depresi sebagai akibatnya. Faktanya, selain menganggur di rumah dan memiliki rasa kehilangan psikologis, ada banyak alasan lain mengapa orang lanjut usia mengalami depresi. Hanya dengan menemukan akar penyebab depresi dan kemudian meresepkan obat yang tepat, kita dapat mencapai kesembuhan yang diinginkan. Berikut ini adalah pengantar tentang apa yang menyebabkan depresi geriatri.  Penyebab depresi pada lansia diperkenalkan: a. Faktor pribadi.  Terjadinya depresi geriatri juga sangat terkait dengan faktor kepribadian individu. Orang yang lebih tua mungkin menjadi depresi ketika mereka tidak sehat, atau ketika mereka memiliki penyakit kronis yang belum sembuh untuk waktu yang lama, atau ketika mereka takut akan penyakit mematikan, atau
Takut mati, atau takut menjadi beban bagi anggota keluarga, sehingga membentuk tekanan mental yang kuat dan terus-menerus, menyebabkan depresi.  Kedua, faktor fisik.  Berbagai penyakit fisik pada lansia, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes dan kanker, dapat menyebabkan depresi. Ada juga banyak orang lanjut usia yang menderita penyakit kronis dan rentan terhadap depresi akibat penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang. Selain itu, prevalensi depresi di antara anggota keluarga pasien lansia jauh lebih tinggi daripada populasi umum, dan prevalensi anak-anak mereka juga tinggi, menunjukkan bahwa penyakit ini memiliki hubungan tertentu dengan faktor genetik.  Ketiga, faktor sosial dan psikologis.  Munculnya depresi memiliki hubungan yang lebih besar dengan berbagai kerugian di usia tua, termasuk kehilangan pekerjaan, berkurangnya pendapatan, kematian kerabat dan teman, kurangnya interaksi interpersonal
Ini termasuk kehilangan pekerjaan, kehilangan pendapatan, kehilangan keluarga dan teman, kurangnya interaksi sosial, dll. Misalnya, orang yang lebih tua sering kali secara psikologis merasa tidak nyaman dengan perubahan peran setelah pensiun dan kesenjangan yang besar dapat menyebabkan rasa kehilangan dan depresi. Selain itu, lingkaran interaksi menjadi lebih sempit dan interaksi antarpribadi berkurang.
Kurangnya dukungan emosional akibat kematian keluarga dan teman, terutama pasangan, juga merupakan penyebab umum depresi pada lansia.  Di atas adalah penjelasan rinci tentang berbagai aspek depresi pada orang lanjut usia. Seperti yang Anda lihat, faktor utama yang mempengaruhi orang tua yang menderita depresi adalah faktor psikologis, kepribadian, fisik, dan rangsangan eksternal. Oleh karena itu, para lansia perlu melakukan pendekatan yang komprehensif terhadap aspek-aspek ini dan melakukan pencegahan dengan baik agar terhindar dari depresi di usia tua.