1. Pertama, Anda perlu bertanya pada diri sendiri, “Apakah perasaan ini berasal dari diri Anda sendiri atau dari orang lain?” Ini mungkin kombinasi keduanya. Jika depresi itu disebabkan oleh diri sendiri, Anda bisa mencari tahu penyebab depresi itu sendiri atau meminta bantuan profesional. Jika depresi tidak disebabkan oleh diri sendiri, pastikan Anda mengidentifikasi akar penyebabnya. Misalnya, jika Anda baru saja menonton pertunjukan drama dan pulang dari teater dengan perasaan cemberut, Anda mungkin telah tertular oleh suasana hati tertekan dari penonton yang duduk di sebelah Anda. Medan energi saling tumpang tindih ketika orang berada dalam kontak dekat. Hal yang sama dapat terjadi di hadapan konser kecil yang ramai. 2. Jika situasinya memungkinkan, jaga jarak dari orang yang dicurigai sebagai sumber depresi. Berjalanlah setidaknya 20 kaki dari orang tersebut dan lihat apakah Anda bisa rileks. Jangan takut untuk mengambil tindakan karena takut menyinggung perasaan orang asing. Jika Anda merasakan rasa depresi datang di tempat umum, Anda tidak perlu ragu untuk mengubah tempat duduk Anda. 3. Luangkan waktu beberapa menit untuk fokus pada pernapasan Anda untuk menstabilkan pikiran Anda. Ini akan memungkinkan Anda untuk terhubung lebih dekat dengan sifat sejati Anda. Hembuskan depresi dan hiruplah ketenangan. Tetaplah berpegang pada meditasi tertutup dan meditasi pernapasan yang telah Anda pelajari. Bayangkan depresi sebagai kabut yang menjauh dari Anda dan harapan sebagai sejuta sinar matahari yang menyinari Anda. Ini akan bekerja dengan cepat. 4. Geser energi dalam tubuh Anda. Depresi biasanya mandek di pusat energi emosional Anda —— solar plexus. Letakkan telapak tangan Anda di ulu hati dan perlahan-lahan tuangkan cinta kasih ke dalamnya untuk mengeluarkan depresi dari sana. Untuk perasaan depresi yang sudah berlangsung lama, terus gunakan metode ini setiap hari untuk memperkuat area ini. Hal ini tidak hanya akan membuat Anda merasa nyaman, tetapi juga akan meningkatkan rasa aman dan optimisme Anda. 5. Carilah lingkungan interpersonal yang penuh harapan. Panggil teman-teman yang bisa melihat kebaikan dalam diri orang lain. Luangkan waktu bersama rekan kerja yang melihat sisi positif dari berbagai hal. Dengarkanlah suara orang-orang yang penuh harapan dan lihatlah betapa penuhnya keyakinan mereka terhadap orang lain dan diri mereka sendiri. Nikmati kata-kata, puisi dan bentuk seni yang penuh harapan. Harapan itu menular dan akan mengangkat suasana hati Anda.