Pelaporan sinus gaster IIa+IIc sebagian besar menunjukkan lesi mukosa sinus gaster, tetapi tidak mengesampingkan kemungkinan adanya lesi ganas. Sinus gaster IIa+IIc merupakan temuan endoskopi yang umumnya digunakan untuk mengklasifikasikan morfologi lesi pada penyakit saluran cerna. Di antaranya, tipe II adalah dangkal, dibagi lagi menjadi tipe IIa sebagai elevasi dangkal dan tipe IIc sebagai depresi dangkal. Dengan demikian, tipe IIa + IIc mengacu pada lesi superfisial dengan depresi dan juga elevasi, yang sebagian besar menunjukkan adanya peradangan submukosa pada sinus lambung. Namun, perlu dicatat bahwa lesi tipe IIa+IIc lebih sering terjadi pada pasien dengan kanker lambung stadium awal, dan lokasi yang paling sering ditemukan adalah pada sinus lambung dan badan lambung, sedangkan lokasi lainnya lebih jarang ditemukan. Oleh karena itu, keberadaan sinus gaster IIa+IIc tidak dapat menyingkirkan kemungkinan adanya kanker gaster. Untuk pasien dengan sinus lambung IIa+IIc, mereka harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk pemeriksaan lebih lanjut yang relevan untuk membuat diagnosis yang jelas. Dalam kehidupan sehari-hari, pasien harus memperhatikan pola makan, makan secara teratur, menghindari makan berlebihan, dan tidak mengonsumsi makanan yang terlalu pedas dan merangsang.