Ada banyak penyebab diare, yang harus diperhatikan sesuai dengan diare pasien. Seperti pasien diare dinamis harus menghindari makanan yang merangsang pedas dingin, diare malabsorptif harus makan makanan yang mudah dicerna, diare inflamasi harus menghindari makanan berserat kasar, dan sebagainya.
1. Diare dinamis: yaitu sakit perut saat ingin buang air besar, termasuk sindrom iritasi usus besar, dalam proses diet perlu memperhatikan untuk menghindari makanan dingin, pedas dan makanan perangsang lainnya.
2. Diare malabsorptif: penyakit umum seperti pankreatitis kronis, dalam proses makan harus memperhatikan makan makanan yang mudah dicerna, seperti ikan, yoghurt, telur, sayuran dan buah-buahan yang kaya vitamin. Hindari diet tinggi lemak dan tinggi protein yang berlebihan, selain itu perlu suplemen enzim pankreas.
3. Diare inflamasi: seperti kolitis ulserativa, diare infeksi, dll. Harus secara aktif mengobati penyakit primer, hindari makan makanan berserat kasar, seperti seledri, daun bawang, dan sebagainya. Dapat memilih makanan berserat larut dengan sedikit residu, seperti ikan, daging, telur, susu dan sebagainya.
Selain itu, pada diare akut yang gejalanya berat sebaiknya pasien berpuasa, terapi infus, agar tidak menambah beban saluran cerna. Diare kronis memerlukan perhatian pada pengaturan pola makan.
Pasien diare selain pengobatan diet, tetapi juga perlu bekerja sama dengan dokter pada penyakit primernya untuk pengobatan aktif, agar tidak memperparah penyakit primernya.