Berapa lama Anda bisa hidup dengan lupus?

  Lupus, yang dikenal sebagai lupus eritematosus sistemik, adalah penyakit autoimun di mana autoantibodi patogenik dan kompleks imun terbentuk dan memediasi kerusakan organ dan jaringan, sering kali dengan keterlibatan multi-sistem, yang dapat mengancam kesehatan pasien dan bahkan memperpendek usia mereka.  SLE dapat menyebabkan berbagai tingkat kerusakan pada beberapa organ tubuh, dan dapat mengganggu fungsi fisiologis dari banyak organ dan sistem, termasuk ginjal, pencernaan dan darah, dan pernah dianggap sebagai penyakit dengan tingkat kematian yang tinggi. Pada tahun 1950-an, tingkat kelangsungan hidup empat tahun untuk pasien dengan SLE hanya 50%. Namun, sejak penggunaan glukokortikoid dan obat imunosupresif dalam pengobatan SLE, situasinya telah meningkat secara dramatis. Tingkat kelangsungan hidup 10 tahun untuk pasien SLE kini telah mencapai 90% dan tingkat kelangsungan hidup 15 tahun bisa mencapai 80%. Dengan pengobatan yang komprehensif dan terstandardisasi, sebagian besar pasien dapat bekerja dan hidup seperti orang normal.  Namun demikian, penting untuk dicatat bahwa manifestasi klinis SLE sering kali kompleks dan bervariasi, dan tingkat keparahan penyakit bervariasi dari satu pasien ke pasien lainnya. Urgensi kondisi pasien, responsif terhadap pengobatan, kebiasaan gaya hidup, dan keadaan pikiran, semuanya memiliki dampak yang besar pada prognosis pasien. Mempertahankan sikap yang baik dan mengikuti pengobatan yang sistematis dan terstandardisasi sangatlah penting bagi pasien lupus.  Oleh karena itu, untuk sebagian besar pasien SLE, prognosisnya lebih baik dengan diagnosis dini dan pengobatan yang sistematis dan terstandardisasi, dan rata-rata masa kelangsungan hidup secara signifikan lebih lama.