Skizofrenia adalah sekelompok gangguan yang penyebabnya masih belum diketahui, dan meskipun telah berkembang lebih dari seabad yang lalu, namun masih relatif kompleks. Hal ini dapat dibagi menjadi beberapa penyebab. Penyebab-penyebab ini sering kali saling terkait dan mempengaruhi timbulnya penyakit. Karena manusia merupakan gabungan dari lingkungan bawaan dan lingkungan yang diperolehnya, maka wajar jika semua penyakit mental terkait dengan hal ini. Faktor genetik: Studi genetik klinis telah membuktikan bahwa faktor genetik berperan dalam perkembangan penyakit ini. Survei keluarga domestik dan internasional tentang skizofrenia telah menemukan bahwa prevalensi penyakit ini beberapa kali lebih tinggi pada kerabat dekat daripada populasi umum, dan bahwa semakin dekat hubungan darah, semakin tinggi prevalensinya. Studi tentang anak kembar telah menunjukkan bahwa tingkat kembar monozigotik empat sampai enam kali lebih tinggi daripada kembar dizigotik. Studi tentang anak asuh telah menemukan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu penderita skizofrenia yang dibesarkan dalam pengasuhan dan hidup dalam lingkungan keluarga normal masih memiliki prevalensi penyakit yang tinggi di masa dewasa, menunjukkan peran utama faktor genetik dalam perkembangan penyakit ini. Lokus genetik yang terkait dengan skizofrenia telah diidentifikasi pada kromosom 5 dan 11, dan tidak ada mutasi genetik spesifik yang telah diidentifikasi.