Ketika terdapat batu dalam sistem saluran kemih, kolik ginjal dapat terjadi, dan rasa sakitnya sering kali parah dan tak tertahankan. Hal ini disebabkan oleh penyumbatan lumen ureter setelah batu masuk ke dalam ureter. Ketika air seni tidak dapat melewati ureter ke dalam kandung kemih, air seni akan terakumulasi di dalam ginjal, sehingga menyebabkan tekanan yang tinggi pada pelvis ginjal. Peningkatan tekanan pada permukaan ginjal dapat menimbulkan rasa sakit yang signifikan, sebagian besar disertai dengan efek samping seperti mual dan muntah, sehingga memerlukan pereda nyeri dan pengobatan simtomatik segera. Pertama, tes pencitraan, seperti USG dan X-ray, diperlukan untuk melokalisasi batu. Kedua, extracorporeal shock wave lithotripsy (ECT) direkomendasikan bagi mereka yang mengalami kondisi ini, yang dapat dengan cepat meredakan kolik ginjal yang disebabkan oleh batu. Selain itu, setelah litotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal, ukuran batu akan mengecil dan dapat dikeluarkan dari tubuh dengan cepat. Terakhir, untuk batu yang lebih besar atau batu dengan waktu tinggal yang lebih lama, atau batu dengan infeksi akut, pengobatan anti-infeksi dapat diberikan terlebih dahulu, dan obat pereda nyeri simtomatik dapat diberikan, seperti injeksi intramuskular buclizine hidroklorida 100mg segera, atau asupan oral satu kapsul natrium diklofenak segera, untuk meredakan nyeri. Tunggu hingga fase oedema infeksi berlalu, lalu lakukan litotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal atau perawatan bedah.