Seri Elektrokardiogram Ilmu Pengetahuan Populer

Pada EKG, kecepatan detak jantung dapat dihitung dengan sangat cepat, yang juga dikenal sebagai denyut jantung (jumlah detak jantung per menit). Secara keseluruhan, semakin dekat bentuk gelombang EKG satu sama lain, semakin cepat denyut jantungnya; sebaliknya, semakin jauh jaraknya, semakin lambat (gambar kiri atas di bawah ini adalah yang paling lambat, gambar kanan atas adalah yang tercepat, gambar kiri bawah adalah yang tercepat kedua, dan gambar kanan bawah adalah denyut jantung tercepat ketiga). Kedua, untuk pemula, Anda umumnya dapat melihat kecepatan detak jantung, terutama melalui jarak antara dua bentuk gelombang untuk menganalisis: ketika jarak antara dua bentuk gelombang untuk kotak besar begitu lebar, saat ini detak jantung 300 kali / menit; jarak 2 kotak besar saat detak jantung 150 kali / menit; jarak 3 kotak besar saat detak jantung 100 kali / menit; jarak 4 kotak besar saat detak jantung 75 / menit; jarak 5 kotak besar saat detak jantung 75 / menit; jarak 5 kotak besar saat detak jantung 100 / menit; detak jantung 75 / menit; jarak 5 kotak besar saat detak jantung 75 / menit. Denyut jantung adalah 60 denyut/menit apabila jaraknya 5 kotak besar, dan 50 denyut/menit apabila jaraknya 6 kotak besar. Pada umumnya, Anda bisa mendapatkan gambaran yang bagus mengenai kecepatan detak jantung dengan menggunakan metode ini. Ketiga, pada EKG, terkadang perlu mengukur dua set detak jantung, yaitu, kecepatan detak atrium (karena pembangkit listrik atrium membentuk gelombang P, sehingga jarak antara gelombang P harus diukur untuk menilai), dan kecepatan detak ventrikel (pembangkit listrik ventrikel membentuk kelompok gelombang QRS, sehingga jarak antara kelompok gelombang QRS harus diukur untuk menilai). Yang pertama disebut denyut atrium dan yang kedua disebut denyut ventrikel. Mengapa mengukur 2 set denyut jantung? Karena beberapa aritmia dapat menyebabkan hilangnya gelombang P atau kelompok gelombang QRS tertentu, yang mengakibatkan jumlah keduanya tidak sama, sehingga ketika jumlah gelombang P dan kelompok gelombang QRS tidak sama, denyut atrium dan denyut ventrikel harus dihitung secara terpisah. Keempat, jika ada ketidakteraturan yang sangat jelas pada EKG, panjang total antara 5-10 gelombang harus diukur secara berurutan, dan kemudian nilai panjang total harus dibagi 5-10 untuk mendapatkan nilai rata-rata denyut jantung.